Detik.com News
Detik.com
Rabu, 28/12/2011 01:03 WIB

Ani Yudhoyono Rawat Inap, Paspampres Berjaga di RSPAD

M Rizki Maulana - detikNews
Ani Yudhoyono Rawat Inap, Paspampres Berjaga di RSPAD
Jakarta - Ibu negara, Ani Yudhoyono saat ini tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Pantauan detikcom pada Rabu (28/12/2011) pukul 00.30 WIB, terlihat beberapa anggota Paspampres yang berjaga di sekitar pintu masuk ruang perawatan.

Tidak terlihat penjagaan yang berlebihan di luar ruang perawatan. Hanya terlihat dua mobil jenis jeep berwarna hitam, dan dua kendaraan pengangkut personel jenis Isuzu Elf terparkir di dekat pintu menuju ruang perawatan Ani Yudhoyono.

Selain itu terlihat sepuluh anggota Paspampres, berpakaian safari coklat ikut menjaga di luar ruangan. Informasi yang dihimpun detikcom di lapangan, saat ini Bu Ani dirawat di Ruang Bedah Lantai 3 VVIP RSPAD.

Hingga saat ini belum diketahui apa yang menyebabkan Ani Yudhoyono harus dirawat di RS.

Sebelumnya, SBY dalam pidato sambutannya pada Natal di JCC menyatakan saat ini istrinya sedang sakit. "Ibu Ani, Ibu negara yang selalu hadir dalam upacara keagamaan dirawat di RS. Beliau menitip salam, selamat Natal supaya membawa kebahagiaan," kata SBY Selasa (27/12/2011) malam.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjr/fjr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%