Detik.com News
Detik.com
Rabu, 12/05/2010 16:45 WIB

Kecelakaan Pesawat Libya

Seorang Bocah Laki-laki Selamat!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Seorang Bocah Laki-laki Selamat! Ilustrasi (AFP)
Tripoli - Ajaib! Seorang anak selamat dari tragedi jatuhnya pesawat Libya di Bandara Internasional Tripoli, Libya. Bocah laki-laki tersebut merupakan satu-satunya penumpang yang selamat dalam kecelakaan pesawat Airbus 330-200 tersebut.

"Semua penumpang dan kru tewas kecuali seorang anak. Ada 93 penumpang dan 11 kru di dalam pesawat," kata sumber keamanan Libya di Bandara Tripoli kepada kantor berita Reuters, Rabu (12/5/2010).

Menteri Transportasi Libya Mohamed Zidan mengatakan, bocah berumur 8 tahun itu memegang paspor Belanda. Saat ini dia dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi stabil.

Kepada para wartawan, Zidan mengatakan, luka-luka yang dialami bocah tersebut tidaklah membahayakan.

Pesawat milik maskapai Libya, Afriqiyah Airways tersebut jatuh saat dalam proses pendaratan di bandara Tripoli pada sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Pesawat yang mengangkut 104 orang tersebut telah menempuh perjalanan hampir 9 jam dari Johannesburg, Afrika Selatan.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/ita)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%