Berita Lain

Indeks Berita




Rabu, 25/11/2009 12:42 WIB
Banyak Warga Ambon Kecewa Dilarang Masuk Kawasan Gong Perdamaian
M Hanafi Holle - detikNews

Ambon - Presiden SBY menabuh Gong Perdamaian Dunia (GPD) di Ambon, Maluku. Sayangnya, ketatnya pengamanan di lokasi penabuhan gong tersebut membuat banyak warga Ambon kecewa.

Acara penabuhan gong perdamaian ini hanya dapat disaksikan para pejabat tinggi negara, duta besar negara sahabat, pejabat daerah dan undangan.  Sementara ribuan warga yang memadati sejumlah ruas jalan di kota Ambon tak diizinkan menyaksikan kegiatan perdamaian dunia ini dari jarak dekat.

Mereka pun banyak yang kecewa. Warga yang ingin memasuki kawasan GPD dilarang aparat  TNI-Polri. Warga hanya bisa berdiri paling dekat 500 meter dari lokasi acara.

"Saya kecewa berat, tidak bisa menonton gong perdamaian dunia dari dekat. Padahal ini kan kegiatan perdamaian yang mestinya melibatkan rakyat. Untuk apa perdamaian dilakukan tanpa keterlibatan kami rakyat kecil," keluh Marthina Sarimanella (38), warga yang ditemui detikcom di Jl. Sultan Hairun, Ambon, Rabu (25/11/2009).

Kekecewaan pun dirasakan seorang pengendara motor. Dia menumpahkan kekecewaannya dengan bernyanyi-nyanyi sambil mengebut sepeda motornya. Aksinya disaksikan ratusan warga yang memadati Jl. Pattimura.

Sejumlah ruas jalan ditutup bagi umum. Bahkan barikade TNI-PolrI bersenjata lengkap ikut menghadang setiap warga yang ingin memasuki kawasan GPD. Sejumlah sniper juga ditempatkan pada beberapa gedung bertingkat di pusat kota Ambon.

Usai meresmikan GPD, saat ini  Presiden SBY dan rombongan kini tengah menuju kediaman Gubernuran Maluku, di kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Ribuan rakyat hanya bisa melambaikan tangan di sejumlah ruas jalan yang dilalui Presiden.

(han/djo)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).