Rabu, 25/11/2009 10:10 WIB
Terlalu Dekat dengan Polisi, Anggodo Harus Diusut KPK
Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta -
Pengusutan dugaan percobaan penyuapan oleh Anggodo Widjojo memang harus dilakukan KPK. Polisi dinilai kesulitan untuk menangani hal tersebut karena sudah terlalu 'akrab'.
"Anggodo sudah terlalu dekat sama polisi. Mereka sudah menjadi rekanan berpuluh-puluh tahun," kata mantan Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution, saat dihubungi lewat telepon, Rabu (25/11/2009).
Pernyataan Buyung ini berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dilakukan timnya selama 2 minggu bekerja. Jaringan Anggodo di tubuh kepolisian dianggap terlalu luas sehingga akan menyulitkan objektivitas pemeriksaan.
"Kita lihat saja bagaimana sampai sekarang tidak ada proses. Lalu di rekaman juga sangat jelas bagaimana dia mengatur semuanya," papar Buyung.
Lebih lanjut Buyung menegaskan, percobaan penyuapan yang dilakukan Anggodo sudah berhenti pada Ari Muladi. Hal ini bahkan sudah diakui oleh pihak kepolisian sendiri.
"Jadi itu penyuapan sudah berhenti. Silakan saja KPK usut Anggodo untuk percobaannya," tutup Buyung.
Wakabareskrim Polri Irjen Pol Dik Dik Mulyana Haris, Selasa (24/11/2009) kemarin, mendatangi KPK untuk membahas penyerahan berkas Anggodo dalam perkara dugaan korupsi. Langkah ini diambil karena polisi merasa tidak menemukan cukup bukti untuk menjerat adik Anggoro tersebut.
Anggodo sebelumnya mengaku telah menggelontorkan uang yang akan diberikan pada pimpinan KPK. Uang tersebut kemudian tidak pernah sampai di tangan pimpinan KPK.
(mad/iy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).