Selasa, 24/11/2009 15:25 WIB
Aliansi Jogja Sesalkan Pernyataan SBY yang Tidak Tegas
Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta -
Aliansi Jogja untuk Indonesia Damai (AJI Damai) menyesalkan pernyataan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak tegas dalam menyelesaikan masalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menilai Presiden lamban dan tidak jelas.
Pernyataan diungkapkan koordinator aksi AJI Damai, Subkhi Ridho saat menggelar aksi bersama di Tugu Yogyakarta di Jl Mangkubumi, Selasa (24/11/2009).
"Pernyataannya muter-muter. Jauh dari substansi persoalan yang terjadi saat ini, yakni kriminalisasi KPK dan Bank Century," teriak Ridho.
Menurut dia, ketidaktegasan Presiden terlihat jelas yang tidak menindak aparat penegak hukum yang culas. Demikian pula dengan rekomendasi Tim 8 yang dibentuknya sendiri juga tidak ditanggapi serius, jelas dan menenteramkan rakyat Indonesia.
"Pernyataan SBY tidak menjawab semua masalah yang terjadi saat ini maupun rekomendasi Tim 8. Justru terkesan pernyataannya membenarkan kasus Century serta tidak menindak tegas oknum-oknum pejabat yang terang-terangan mempermainkan hukum," katanya.
Dia meminta Presiden segera mencopot Kapolri dan Kejagung yang menyebabkan bawahannya tidak bertindak pada rel yang sebenarnya serta meminta KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi PT Masaro.
"Oknum aparat penegak hukum yang salah harus ditindak bukan dibiarkan seperti sekarang," kata Ridho yang disambut yel-yel 'Turunkan Presiden SBY sekarang juga'.
Usai menggelar aksi selama satu jam di Tugu Yogyakarta, massa AJI Damai kemudian membubarkan diri dengan tertib. Dalam aksi itu juga tidak mendapat penjagaan ketat dari aparat Kepolisian.
(bgs/nwk)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).