Selasa, 24/11/2009 12:08 WIB
Demo Kecam SBY di Makassar, Foto Boediono dan Sri Mulyani Dibakar
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar -
Aksi unjuk rasa mahasiswa mengecam sikap lamban presiden atas penyelesaian kisruh KPK-Polri dan skandal bailout Bank Century, terjadi di beberapa tempat di Makassar, Selasa (24/11/2009).
Seperti unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS-UNM), yang meminta SBY-Boediono turun dari jabatannya sebagai presiden dan wapres karena gagal menjalankan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi, sesuai janjinya di masa kampanye Pilpres lalu.
Menurut Koordinator aksi BEM FBS UNM, Arham, SBY tidak menunjukkan ketegasannya dan enggan berpihak pada kepentingan rakyat, karena menyuburkan praktik mafia peradilan di beberapa institusi penegak hukum semacam Polri dan Kejaksaan.
"Pidato SBY malam tadi sesungguhnya hanya meminta belas kasihan pada rakyat Indonesia, padahal rakyat SBY sebenarnya adalah Anggodo dan teman-temannya, tidak ada alasan lagi bagi SBY, kecuali mundur dan minta maaf pada rakyat," ujar Arham.
Di tempat lain, belasan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) berunjuk rasa di depan kantor Bank Indonesia Cabang Makassar, Jl Jenderal Sudirman, menuntut Boediono dan Sri Mulyani agar ditahan karena telah menggelentorkan triliunan uang rakyat yang tidak sah peruntukannya sesuai audit BPK.
Massa juga sempat membakar foto Boediono dan Sri Mulyani sebelum meninggalkan Gedung BI Makassar. Polisi yang berjaga di dalam pagar gedung BI tidak mengambil tindakan apa-apa saat foto Wapres dibakar massa.
Aksi mahasiswa berikutnya terpusat di depan Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman Makassar. Mereka membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap SBY-Boediono dan silih bergantian menyampaikan orasinya.
(mna/nrl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).