Selasa, 24/11/2009 09:21 WIB
Sikap SBY Patut Diapresiasi
Reza Yunanto - detikNews
Jakarta -
Presiden SBY meminta kasus Bibit dan Chandra dihentikan. Kebijakan ini perlu diapresiasi. Penghentian kasus ini membuktikan kalau SBY mengakui kasus yang disangkakan sangat lemah.
"Salah satu alasannya memang itu. Tetapi itu tidak perlu diungkapkan Presiden," ujar pengajar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Rico Marbun, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (24/11/2009).
Menurutnya eksponen 1998 ini, pernyataan SBY semalam perlu diapresiasi. Sebab secara jelas SBY mengakui adanya mafia hukum dan akan memberantasnya dengan membentuk Satgas.
"Patut diapresiasi dia mengakui adanya mafia hukum," ujarnya.
Tetapi sangat disayangkan SBY tidak memberikan kejelasan kasus Bibit-Chandra ini akan dibawa ke mana. Pernyataan SBY masih mengambang dan memunculkan dugaan SBY ingin menyerahkan persoalan ini kepada Polri dan Kejaksaan Agung.
Yang menjadi masalah apakah Polri dan Kejagung nantinya mau menghentikan kasus ini.
"Memang ada opini berkembang untuk SP3 dan SKPP. Tetapi saya yakin keduanya punya pendapat yang beda," ujar Rico.
(Rez/nrl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).