Berita Lain

Indeks Berita




Minggu, 22/11/2009 21:55 WIB
Laporan dari Brussel
RI-UE Kerjasama Atasi Masalah Keamanan Laut
Eddi Santosa - detikNews

Brussel - Berbagai bentuk kejahatan di wilayah perairan belakangan ini mengalami peningkatan dan pergeseran sangat variatif. Melalui peningkatan rezim hukum dan kerjasama keamanan laut diharapkan ini bisa diatasi.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal ASPASAF Hamzah Thayeb dalam Seminar on Measures to Enhance Maritime Security: Legal and Practical Aspects (Seminar tentang Langkah-langkah untuk Meningkatkan Keamanan Laut: Aspek Legal dan Praktis, red) di Crown Plaza Hotel, Brussel (19-21/11/09).

Seminar ini diadakan sebagai wadah bertukar wacana dan berbagi pengalaman praktis mengenai masalah-masalah berkaitan dengan keamanan maritim di dalam forum ASEAN Regional Forum (ARF).

Menurut Hamzah, pergeseran bentuk kejahatan tersebut mulai dari bentuk kejahatan bersifat tradisional seperti piracy (pembajakan) hingga people smuggling (penyelundupan manusia) yang bersifat non-tradisional.

"Tantangan dan ancaman itu tidak hanya memengaruhi stabilitas keamanan satu negara saja, namun juga memengaruhi keamanan regional," tandas Hamzah, yang juga ketua delegasi RI sekaligus pimpinan sidang bersama-sama dengan Kepala Penasihat Komisi Eropa ARF SOM Tomasz Kozlowski.

Ditegaskan bahwa Indonesia ada pada posisi mendukung perbaikan dan peningkatan rezim hukum serta mempererat kerjasama antar-instansi terkait dalam rangka mengatur dan memperkuat komitmen untuk mengatasi segala bentuk gangguan dan ancaman terhadap stabilitas dan keamanan di laut, sesuai dan selaras dengan Konvensi Hukum Laut (UNCLOS 1982) maupun aturan-aturan Hukum Internasional lainnya.

Sementara itu Penasehat Delegasi Indonesia Dubes RI Brussels Nadjib Riphat Kesoema menyambut baik kerjasama Indonesia dengan UE dalam forum ARF tersebut.

"Hal ini membuktikan bahwa hubungan bilateral Indonesia-UE berada pada tingkat sangat kondusif," ujar Nadjib dalam informal gathering dengan para peserta di Ruang Garuda KBRI Brussel.

Dikatakan bahwa banyak hal dapat dilakukan bersama antara Indonesia-UE, salah satunya kerjasama bidang politik dan keamanan. Diharapkan ke depan hubungan bilateral Indonesia-UE akan semakin meningkat dengan berbagai kegiatan dan kerjasama saling menguntungkan.

Indonesia dan UE menjadi tuan rumah bersama penyelenggaraan seminar ini, dibantu oleh Pemimpin ARF SOM dan Presidensi UE Swedia Karl-Olof Anderson.

Menurut Korfungsi Diplik Pensosbud KBRI Brussels PLE Priatna, seminar ini sebagai tindaklanjut dari Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN Regional Forum (ARF) di Phuket (23/7/2009), dan hasilnya akan dibahas pada 2nd ARF ISM on Maritime Security di Selandia Baru pada Maret 2010.

"Selanjutnya hasil tersebut akan diusulkan menjadi salah satu rekomendasi pada Pertemuan Tingkat Menteri di Viet Nam pada pertengahan 2010," demikian Priatna.

(es/es)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).