Minggu, 22/11/2009 19:32 WIB
Panggil Media, Kabareskrim Tak Koordinasi dengan Kapolri
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta -
Pemanggilan harian Seputar Indonesia (Sindo) dan Kompas oleh Mabes Polri merupakan tindakan yang dilakukan di luar kordinasi antara Kabareskrim dengan Kapolri. Bareskrim memanggil Sindo dan Kompas tanpa setahu Kapolri.
"Karena mereka buru-buru, jadi tidak kordinasi," kata Penasehat Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri), Prof DR Bachtiar Aly usai jumpa pers terkait permintaan maaf Kapolri kepada keluarga Nurcholis Madjid di Yayasan Paramadina, Pondok Indah, Jakarta, Minggu (22 /11/2009).
Menurut Bachtiar, pemanggilan media massa Jumat (20/11) lalu hanyalah persoalan kesalahpahaman. Pemanggilan itu dilakukan karena Polri ingin tahu apakah pihak media bersedia menjadi saksi atau tidak jika Anggodo ditetapkan sebagai tersangka.
Bachtiar juga mengakui, pemanggilan kepada sejumlah media tersebut dapat
dikatakan 'di luar kontrol' karena dilakukan oleh pihak Bareskrim tanpa koordinasi dengan Kapolri. "Yang terjadi Jumat kemarin terus terang `di luar kontrol`," katanya.
Bachtiar mengatakan, Kapolri tidak mengetahui perihal pemanggilan Kompas dan
Sindo itu. Awalnya Kapolri hanya ingin mendapatkan informasi dari media untuk menjerat Anggodo sebagai tersangka.
"Namun dalam surat panggilan, ternyata Kompas dipanggil perihal pencemaran nama baik. Ini yang disesalkan," tutur Bachtiar.
(mpr/sho)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).