Minggu, 22/11/2009 17:26 WIB
Istri Cak Nur: Kapolri Minta Maaf dengan Kepala Tertunduk, Seperti Bukan Polisi
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta -
Dengan kepala tertunduk Kapolri Jenderal BHD meminta maaf kepada keluarga Nurcholish Madjid karena telah mengaitkan nama Nurcholish dengan kasus pimpinan KPK nonaktif Chandra M Hamzah.
Kapolri berkali-kali meminta maaf kepada isteri (alm) Cak Nur bahwa pernyataannya tersebut tidak bermaksud menyinggung kehormatan Cak Nur dan keluarga besarnya.
"Kapolri berkali-kali mengucapkan kata maaf dengan kepala tertunduk. Saya berpikir ini orang seperti bukan polisi. Benar-benar memperlihatkan penyesalan,"ujar istri Cak Nur, Omi Komaria, saat dalam jumpa pers di Yayasan Paramadina, Pondok Indah, Jakarta, Minggu (22 /11/2009). Omi ditemani oleh Yudi Latief dan penasihat Kapolri, Prof Dr Bachtiar Aly.
Kapolri datang ke rumah Omi di bilangan Tanah Kusir, Jaksel, pada Jumat malam 20 November 2009. Ketika diberitahu bahwa Kapolri hendak datang menemuinya, Omi sempat gemetar juga.
"Mendapat kabar Kapolri ingin ketemu, saya senang. Kalau bisa lebih cepat lebih
baik. Jumat lalu Kapolri datang kerumah, saya masih gemetar dan tidak ada persiapan apa pun. Saya suguhi seadanya saja, kacang dan teh," cerita Omi.
Kapolri datang didampingi Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna
dan Bachtiar Aly. Kapolri mejelaskan tentang pernyataan yang menyangkut keluarga
Nurcholish Madjid dan ketidaknyamanan yang timbul akibat peryataan itu.
"Saya ingat ajaran Cak Nur, sebaik baiknya orang yang disakiti adalah memaafkan. Kami terima permintaan maaf kapolri," ucapnya.
(mpr/nrl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).