Minggu, 15/11/2009 19:58 WIB
Masuki Masjidil Haram, Calhaj Indonesia Gonta-Ganti Bus
M. Rizal Maslan - detikNews
ilustrasi
Makkah -
Tak semua kendaraan dapat memasuki lingkungan Masjidil Haram, terutama dalam radius 1 Km. Hal ini pun berimbas pada para jamaah calon haji Indonesia yang tinggal di ring II.
Lantas bagaimana perjuangan mereka hingga dapat memasuki Masjidil Haram?
Jamaah calon haji Indonesia pun harus berpindah bus agar dapat memasuki lingkungan masjid, demikian pantauan detikcom di Makkah, Minggu (15/11/2009).
Sebab, hanya bus Saptco yang diizinkan menurunkan dan menaikan penumpang di Terminal Ajyad. Para jamaah harus mencegat bus di pinggir jalan dekat pemondokan menuju ke Terminal Mahbasjin di depan terowongan Aziziah. Dari Mahbasjin, jamaah pindah bus Saptco menuju terminal di Ajyad Syud.
Dari terminal ini, jamaah berjalan kaki sekitar 500 meter menuju Masjidil Haram.
Pada mulanya, jamaah menggunakan bus dari pemondokan masing-masing menggunakan bus Abusyarhad. Bus ini bertanda bendera Indonesia, dan memang khusus bagi jamaah tanah air. Namun saat pindah bus di Mahbasjin, jamaah bebas naik atau turun bus Saptco, meskipun bersama jamaah dari negara lain.
Menurut Taufik Hidayat, petugas Sektor 2 Daker Makkah yang ditugaskan di Terminal Mahbasjin, sejauh ini jamaah naik turun bus dengan teratur. Dalam waktu tiga menit setelah naik dari Mahbasjin, jamaah sudah sampai di terminal dekat
Masjidil Haram.
"Naik bus menggunakan Saptco menuju ke Masjidil Haram memang nikmat. Dalam tiga menit sudah sampai. Persoalannya, saat sibuk jam salat Ashar atau Magrib, serta Isya, jamaah berebut naik bus. Di perjalanan memang tak masalah. Tapi proses naiknya banyak jemaah yang tidak sabar, padahal ini sangat membahayakan," kata Teten, jamaah Kloter 33 JKS asal Tasikmalaya.
Sementara itu, petugas bagian transportasi Daerah Kerja Mekah, Wari Setiawan, menyatakan transportasi dari Mahbasjin terminal lain yang menuju Masjidil Haram sejauh ini lancar. Yang menjadi masalah adalah transportasi dari pemondokan menuju ke terminal Saptco. Bus terbatas, sementara jamaah setiap hari bertambah. Akibatnya banyak jamaah yang memaksa petugas untuk segera mengadakan bus tersebut.
"Bahkan saya sudah tiga kali disandera jamaah haji sebagai jaminan agar petugas segera menyediakan bus," kata Wari.
(zal/amd)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).