Selasa, 10/11/2009 11:05 WIB
Gara-gara Surat Dukacita Berantakan, PM Inggris Minta Maaf
Rita Uli Hutapea - detikNews
Gordon Brown (AFP)
London -
Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown meminta maaf kepada ibu seorang prajurit Inggris yang tewas di Afghanistan. Permintaan maaf itu disampaikan setelah wanita tersebut menuding Brown tidak sopan karena menulis surat dukacita yang berantakan.
Jacqui Janes adalah ibu dari Jamie Janes (20), tentara Inggris yang terbunuh dalam ledakan di Afghanistan pada Oktober lalu. Janes menerima surat dukacita tulisan tangan dari Brown. Surat itu dimulai dengan: "Dear Mrs. James". Padahal seharusnya Mrs. Janes.
"Dia bahkan tidak bisa menuliskan nama keluarga kami dengan benar. Itu membuat saya sangat marah," kata Janes pada koran The Sun seperti dilansir kantor berita
AFP, Selasa (10/11/2009).
"Kemudian saya lihat dia melakukan kesalahan penulisan dalam nama Jamie. Hal terkecil yang saya harapkan dari Gordon Brown adalah dia menuliskan namanya dengan benar," tutur Janes.
"Surat itu dibuat tergesa-gesa hingga saya nyaris tak bisa membacanya dan beberapa kata tidak selesai. Ini benar-benar tidak sopan," cetus wanita itu.
Juru bicara Brown mengatakan, sang PM malu dengan kesalahannya itu. "Tak lama setelah PM diberi tahu soal ini, dia sendiri langsung menghubungi ibu tersebut untuk menyampaikan bahwa dia tidak pernah bermaksud menyakiti," kata juru bicara tersebut.
"Tulisan tangan PM memang unik dan bisa disalahartikan," tandasnya.
(ita/iy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).