Sabtu, 17/10/2009 10:59 WIB
Audisi Menteri
Makin Jago, Makin Lama Diwawancarai
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto : dok. detik.com
Jakarta -
Audisi calon menteri SBY dinilai tak jauh beda dengan ujian skripsi mahasiswa S1. Makin pintar si calon menteri, makin lama dia diwawancarai SBY.
"Waktu ujiannya tentu beda-beda, lihat saja kalau keluarnya cepat berarti tidak bermutu. Metode ini seperti menguji mahasiswa, kalau dipandang mampu akan ditanya terus dikorek habis-habisan," ujar Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (17/10/2009).
Lain lagi jika SBY merasa yang diwawancara memiliki pengetahuan mumpuni, SBY pun tak segan-segan menambah rentetan pertanyaan. Bagi mereka yang tidak terlalu dilirik, paling banyak hanya dua atau tiga pertanyaan.
"Misalnya orang itu bagus ya akan dikorek terus kedalam, kalau jelek paling dua apa tiga pertanyaan langsung keluar kecut," beber Arbi.
"Pertama dilihat bagaimana sosoknya, kalau berwibawa dan meyakinkan tentu akan lama di dalam," lanjutnya.
Menurut Arbi SBY memang menggunakan metode ini supaya audisi menteri tidak bertele-tele. Mengingat rencana SBY akan mengumumkan kabinetnya tanggal 21 Oktober nanti.
"Ini seleksi hampir seratus orang, yang diambil cuma dua pertiganya, jadi harus cepat," tandasnya.
(van/djo)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).