Selasa, 13/10/2009 07:33 WIB
Pendaki Everest Masuk RSJ
FMI Minta Kontroversi Soal Prestasi Clara Dihentikan
Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta -
Clara Sumarwati menderita depresi karena prestasinya mendaki Everest menjadi kontroversi. Pendaki Everest pertama dari Indonesia ini bahkan harus dirawat di RSJ. Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) pun meminta agar kontroversi soal keberhasilan Clara dihentikan.
"Kalau sudah tercatat, dan ada buktinya pernah mencapai puncak Everest, tidak perlu ada kontroversi," ujar pengurus FMI, Jody Tirie, saat dihubungi detikcom, Senin (12/10/2009).
Jodie meminta semua pihak berjiwa besar atas prestasi Clara. Menurutnya sangat disayangkan jika Clara sampai menderita depresi karena prestasinya tidak diakui.
"Kenapa kita tidak bisa menghargai prestasi orang lain," pungkas pria yang sedang menjalankan misi pendakian ke tujuh puncak tertinggi dunia ini.
Berdasarkan everesthistory.com, situs yang memuat nama-nama pendaki puncak tertinggi tersebut, Clara tercatat telah menggapai puncak tertinggi Everest pada tanggal 26 September 1996. Lima orang sherpa (seperti
guide), yang mendampingi Clara selama pendakian juga tercatat mencapai puncak. Mereka adalah Ang Gyalzen, Chuwang Nima, Dawa Tshering, Gyalzen, dan Kaji.
Wanita berusia 44 tahun ini kini dirawat di (RSJ) Prof dr Soerojo, Magelang, Jawa Tengah. Keluarga dan lingkungannya menolak Clara kembali ke tengah-tengah mereka.
(rdf/fiq)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).