Berita Lain

Indeks Berita




Jumat, 02/10/2009 09:09 WIB
Keluarga Korban Histeris, Belum Bisa Ambil Jenazah di RS Djamil
Rachmadin Ismail - detikNews

Foto: Reuters
Padang - Buya Mahsyur (60), salah satu keluarga korban, mengaku kecewa dengan pihak RS Djamil yang belum bisa menyerahkan jenazah kerabatnya yang tewas akibat gempa. Jeritan histerisnya memecah kesibukan RS di kota yang porak-poranda tersebut.

"Allahuakbar, Allahuakbar hancurkan semuanya.  Tenggelamkan saja bangsa ini, kalau
toh tidak lagi memberikan keadilan!" jerit Mahsyur di RS Djamil, Kota Padang, Jumat (2/10/2009).

Teriakan Mahsyur yang mengenakan peci dan baju oranye ini sangat mencuri perhatian ratusan orang yang berada di sekitar RS Djamil.

Mirmayati (25), kakak korban tewas, juga mengeluhkan prosedur pengambilan jenazah di RS Djamil. Menurutnya, pengambilan jenazah terlalu bertele-tele dan tidak menyesuaikan dengan keadaan.

"Prosedur RS susah untuk ambil jenazah, harus menunggu dokter forensik segala. Orang sudah susah makan, sekarang ambil jenazah juga susah. Makanya Bapak Mahsyur juga kecewa," ujar Mirmayati.

Sejak Kamis (1/10/2009) pukul 22.00 WIB, RS Djamil kembali kedatangan 20 jenazah. Rata-rata jenazah berasal dari bangunan Adira Finance dan Hotel Ambacang di pusat Kota Padang. Hingga kini, 20 jenazah tersebut masih berada di RS.

(lrn/nrl)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (6 Komentar)

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).