Selasa, 29/09/2009 16:14 WIB
Lebaran di Kampung Pengungsi
Arsa Wening - detikNews
Jakarta -
Ramadan di ambang pintu terakhir. Lepas adzan Magrib, takbir bergema dari seluruh pengeras suara yang ada di surau dan masjid. Tak terkecuali, takbir juga gemuruh, di dua lokasi korban gempa, Pengalengan, Bandung dan Garut.
Sore itu, suasana duka masih tampak pada raut wajah korban gempa. Di Babakan Nangka dan Tonjongwangi, Desa Sukanagara, Cisompet, Garut misalnya, meski lebaran tinggal menunggu jam, suasana masih tampak murung. Apalagi, bagi mereka yang rumahnya tak lagi dapat ditempati, lebaran sudah pasti akan dilalui di bawah tenda.
Lepas Ashar, relawan Al-Azhar Peduli Ummat, bergerilya dari rumah ke rumah di desa itu. Mereka, menyalurkan amanah zakat fitrah dari Masjid Agung Al-Azhar dan dari masyarakat yang diamanahkan melalui Al-Azhar Peduli Ummat. Aktivitas yang sama, juga dilakukan di Pengalengan, Bandung.
Usai mendistribusikan zakat fitrah dan paket lebaran, para relawan kembali ke barak. Mendadak, puluhan ibu-ibu menyerbu mereka. Semua bersalaman sambil bertangisan.
"Kang terim kasih, anak saya bisa lebaran…," curah seorang Ibu pada koordinator posko, Haris.
Mereka, mendatangi para relawan untuk berterima kasih, tiba-tiba dapat paket lebaran ditambah uang tunai. Meski sudah hampir Magrib, sebagian mereka langsung pergi ke pasar untuk belanja.
Esok pagi, saat fajar menyingsing, ratusan warga korban gempa berkumpul di lapangan dusun Tonjongwangi. Mereka akan menggelar sholat Idul Fitri bersama Al-Azhar Peduli Ummat. Hal serupa, juga digelar di dua lokasi di Pengalengan. Suasana pagi itu pun mengharukan.
Selesai sholat Id, seluruh jamaah tak meninggalkan lapangan. Setelah halal bi halal, semua berjamaah makan ketupat bersama. Duka yang terselip itu pun, sedikit dapat terobati. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan, membuat Idul Fitri di Garut dan Pengalengan makin bermakna.
"Bencana kadang membawa berkah. Sejak saya lahir, belum pernah warga saya berkumpul penuh rasa persaudaraan seperti ini," bisik Kyai Hasan, pengasuh Pondok Pesantren di Tonjongwangi, berkaca-kaca.
"Sampaikan ke saudara-saudara di Jakarta, kami terima kasih karena Al-Azhar telah mengikat kami dengan persaudaraan, meski dalam keadaan kena musibah," wasiatnya lagi.
"Ujang-ujang semua, juga terima kasih, dari sejak gempai sampai hari ini masih mendampingi kami. Ikut susah bersama, ikut tidur di tenda, haturnuhun," lanjutnya.
"Sama-sama Kyai, kami akan sampaikan ke semua donatur. Kami hanya perantara, merekalah yang telah memberikan semua ini pada warga," balas Fikri mewakili lembaga.
Pasca lebaran ini, Al-Azhar Peduli Ummat mulai menyiapkan program recovery. Program untuk fasilitas publik yang sedang diselesaikan, pembangunan dua fasilitas air bersih di desa Sukanagara, Garut. Program lainnya, benah madrasah dan rumah ibadah, serta pemberdayaan berbasis pesantren. Program gotong royong yang melibatkan warga korban, yakni pembuatan rumah tumbuh.
*)
Arsa Wening, Al-Azhar Peduli Ummat (asy/asy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).