Minggu, 20/09/2009 13:35 WIB
Di Vladivostok 11 Penari RI Belum Bisa Beridulfitri
Eddi Santosa - detikNews
Vladivostok -
Vladivostok, salah satu wilayah Rusia paling timur, baru akan beridulfitri pada Senin (21/9/2009) besok. Moskow yang posisinya lebih jauh di barat sudah merayakan Idul Fitri hari ini.
Demikian dituturkan M. Aji Surya dari Vladivostok dalam kontak jarak jauh dengan detikcom di Den Haag pada fajar hari ini, Minggu (20/9/2009), waktu Eropa Tengah.
Menurut Aji, Ketua Dewan Mufti Rusia di Moskow telah menetapkan 1 Syawwal 1430 berdasarkan rukyah dan isbat. Hasilnya lebaran di ibukota Moskow dan sekitarnya ditetapkan jatuh pada hari ini.
"Tapi menurut informasi yang saya terima di Vladivostok, pimpinan umat Islam disini menyatakan bahwa penetapan Idul Fitri antara Moskow dan Vladivostok memang berbeda. Hal tersebut sangat terkait perbedaan waktu dan jauhnya jarak secara geografis," ujar Aji.
Wilayah Rusia memang sangat luas, membentang dari wilayah Eropa di ujung barat hingga wilayah Asia di ujung timur. Secara geografis posisi kota pelabuhan Vladivostok ini 7 jam lebih awal dari Moskow atau 3 jam lebih dulu dari Jakarta alias jauh lebih ke timur.
Menurut Aji, saat ini di Vladivostok sedang ada misi kesenian Sanggar Cantika dari Indonesia berkekuatan 11 orang. Ini artinya mereka belum bisa ikut berlebaran hari ini, sebagaimana sanak keluarga mereka di tanah air.
Sabtu malam kemarin mereka memeriahkan pembukaan Festival Film Asia Pasifik, Pasific Meridian, yang melombakan 200 film dari 30 negara. "Tari Dadas Panaluh dari Kalimantan Tengah dan Tari Inalou dari NTT mengundang para selebriti dan publik yang berjumlah lebih dari 1.000 orang bertepuk tangan meriah," papar Aji.
Hari ini (20/9/2009) para penari akan tampil di panggung 1,5 jam non stop di depan anak-anak vladivostok. Sedangkan besok dan lusa di gedung pertunjukan dan Far Eastern National University.
"Besok pagi-pagi kami akan salat Id, lalu melakukan blocking panggung. Maaf kami di hari suci ini akan menari untuk bangsa dan negara Indonesia," kata Aji.
Sementara itu DCM KBRI Moskow Agus Sriyono mengatakan bahwa keberadaan tim ini sebagai upaya memperkenalkan sebagian budaya eksotik Indonesia kepada publik di Rusia bagian timur dan para tamu undangan dari berbagai negara. "Ini juga merupakan manifestasi dari komitmen Dubes Hamid Awaludin kepada gubernur setempat yang dibuat beberapa waktu lalu," demikian Sriyono.
(es/es)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).