Detik.com News
Detik.com
Rabu, 02/09/2009 16:30 WIB

Gempa 7,3 SR

Ratusan Rumah Rusak dan Puluhan Lainnya Ambruk di Sukabumi

Rosdiana Dewi - detikNews
Sukabumi - Gempa berkekuatan 7,3 Scala Richter (SR) yang berpusat di Tasikmalaya, ternyata membuat sejumlah kawasan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, porak-poranda. Ratusan rumah rusak berat dan puluhan lainnya rata dengan tanah.

Informasi yang dihimpun detikcom, Rabu (2/9/2009), kerusakan parah terjadi di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Pagaranten ratusan rumah rusak dan beberapa lainnya ambruk. Demikian pula di Kecamatan Nagrak, setidaknya 18 rumah warga dilaporkan rata dengan tanah akibat gempa.

Di Kecamatan Cikole, belasan rumah warga juga roboh. 5 Rumah warga di Kecamatan Cikole juga luluh lantak.

Belum ada informasi resmi mengenai adanya korban luka maupun jiwa akibat bencana alam ini. Namun menurut Ujang Rustandi, Ketua RT 4 RW 2, Kampung Cinumpang, Nagrak Selatan, tidak ada warganya yang terluka.

"Sebab waktu ada gempa, sebagian besar warga sedang bekerja di ladang. Kalau wilayah lainnya saya tidak tahu," ujar Ujang.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(djo/djo)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%