Senin, 24/08/2009 13:09 WIB
Puluhan Ribu Orang Tolak UU Soal Kesetaraan Perempuan di Mali
Iin Yumiyanti - detikNews
Foto: AFP
Jakarta -
Undang-undang (UU) yang akan memberikan kesetaraan hak bagi perempuan dalam perkawinan mendapat protes keras di Mali. Puluhan ribu orang berdemo di Bamako, ibu kota Mali, menolak UU tersebut. UU itu dinilai bertentangan dengan Alquran.
UU yang diajukan awal bulan ini menekankan perlunya hak warisan bagi perempuan dan anak-anak di luar pernikahan.
Pimpinan Asosiasi Perempuan Muslim Mali mengatakan UU tersebut hanya didukung oleh minoritas perempuan Mali. Mereka yang mendukung UU itu hanya kalangan perempuan berpendidikan saja.
Undang-undang itu mulai dibahas Parlemen Mali awal Agustus lalu dan masih harus ditandatangani presiden. Salah satu isu paling panas yang jadi perdebatan dalam UU itu adalah perempuan tidak perlu lagi harus patuh pada suaminya.
Hadja Sapiato Dembele dari Asosiasi Persatuan Perempuan Muslim Mali mengatakan, UU itu bertentangan dengan hukum Islam.
"Kita harus berpegang teguh pada Alquran. Laki-laki harus melindungi istrinya, istri harus mematuhi suaminya," kata Dembele kepada BBC.
"Itu hanya sedikit perempuan di sini yang ingin hukum baru, hanya kalangan intelek. Orang miskin dan buta huruf, yang merupakan muslim sebenarnya di negara ini menolak UU itu," tambahnya.
(iy/nrl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).