Berita Lain

Indeks Berita




Kamis, 06/08/2009 16:45 WIB
RAPBN 2010
Mega: Pemerintahan SBY Masih Mabuk Utang
Laurencius Simanjuntak - detikNews

Jakarta - Nota keuangan dan RAPBN 2010 yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih bertumpu pada utang luar negeri. Pemerintah terlalu takut untuk melepas utang sebagai sumber pendapatan APBN.

Demikian disampaikan Capres dari PDIP dan Gerindra, Megawati Soekarnoputri dalam diskusi membedah RAPBN 2010 di Megawati Institute, Jl Proklamasi, Jakpus, Kamis (6/8/2009).

"Pada saat saya memerintah, saya coba menghentikan hutang. Saya pikir kok nggak kiamat ya waktu itu. Coba tahanlah (utang), kalau butuh betul barulah. Tapi sekarang kayanya kok mabok ya," kata Mega.

Menurut Mega, masih banyak sektor-sektor yang sebenarnya potensial sebagai sumber pendapatan negara ketimbang bertumpu pada utang luar negeri. Seperti sektor kelautan dan perikanan.

"Sekarang ini saatnya kita melihat diri, bukan meneropong ke luar, tetapi meneropong ke dalam," ujar Mega.

Meski demikian, Mega enggan menarik kesimpulan apakah yang RAPBN 2010 pro rakyat atau tidak. "Dibilang pro rakyat atau tidak, silakan jawab sendiri," tukasnya.

Direktur Eksekutif Megawati Institute Arif Budimantan mencontohkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri sebagai salah satu pos anggaran yang seluruhnya bertumpu pada utang luar negeri.

"8,35 triliun PNPM yang merupakan komitmen MDGs (Millenium Development Goals) semuanya dibiayai utang luar negeri," pungkasnya.

Arif juga mempertanyakan minimnya anggaran belanja untuk pembangunan infrastruktur pedesaan yang hanya berjumlah 0,93 triliun dari total keseluruhan 1000,9 triliun dari total RAPBN 2010.

(lrn/yid)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (67 Komentar)

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).