Berita Lain

Indeks Berita




Jumat, 24/07/2009 15:15 WIB
Aksi Bom Bunuh Diri di Marriott Diback-up Pengendali di Luar Gedung
Indra Subagja - detikNews

Jakarta - Kerja kelompok teroris yang meledakkan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton tidak mungkin hanya berdua saja. Pasti ada pengendali dan pengawas yang memantau peristiwa dari luar gedung.

"Pada mayoritas kasus bom bunuh diri, kasus tidak pernah tunggal, ada back-up. Di detik-detik terakhir yang pengebom diback-up timer, dengan teman yang meledakkan dengan remote," kata mantan investigator bom Bali, Hermawan Sulistyo saat dihubungi melalui telepon, Jumat (24/7/2009).

Dia menyebut ini bukan tanpa alasan, beberapa peristiwa bom bunuh diri yang lalu pun demikian. Misalnya saja bom Kuningan di Kedubes Australia pada 2004 lalu, Noordin M Top dan Dr Azahari mengawasi aksi itu dari atas motor.

"Ya pasti ada back-up. Mereka bekerja 4-5 orang, dan teman-temannya pasti ada. Dan ada yang memegang pengendali remote," tambah Kiki, panggilan akrab Hermawan.

Menurut dia, para pengendali dan pengawas ini, berjaga-jaga bila pelaku bom bunuh diri tidak menarik picunya. "Pengawas selalu ada di antara mereka. Berjaga-jaga bila pembom grogi, biasanya mereka juga melihat keadaan setelah ledakan terjadi. Mereka ingin tahu efeknya," jelas dia.
(ndr/iy)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).