Jumat, 17/07/2009 17:45 WIB
Tak Semua Anggota JI yang Bebas Ingin Teruskan Aksi Kekerasan
Rita Uli Hutapea - detikNews
Reuters
Jakarta -
Serangan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton terjadi hanya sehari setelah analis keamanan Australia mengingatkan kemungkinan kelompok Jemaah Islamiyah (JI) akan beraksi lagi.
Dalam laporan yang dirilis 24 jam sebelum ledakan bom Marriott dan Ritz Carlton itu, disebutkan bahwa serangan bom seperti bom Bali kemungkinan besar akan terjadi lagi seiring bertambahnya anggota JI yang bebas dari penjara.
Demikian laporan dari Australian Strategic Policy Institute (ASPI) seperti dilansir harian
News.com.au , Jumat (17/7/2009).
Penulis laporan tersebut adalah analis keamanan Australia Dr Carl Ungerer dari ASPI dan Noor Huda Ismail, direktur lembaga International Institute for Peacebuilding di Jakarta.
Ismail menekankan, dari para anggota JI yang telah bebas dari penjara itu tak semuanya berkeinginan melakukan kembali kekerasan.
"Tidak semua anggota JI yang dilepaskan berkeinginan meneruskan aksi kekerasan," ujar Ismail kepada
detikcom , Jumat (17/7/2009).
Dalam laporan ASPI itu disebutkan, eksekusi tiga pelaku bom Bali pada 9 November 2008 lalu mungkin mendorong kelompok JI beraksi kembali.
"Tewasnya Imam Samudra, Mukhlas dan Amrozi oleh skuad tembak jelas tidak akan menghentikan penyebaran ideologi mereka," demikian laporan tersebut.
Kelompok JI disebut-sebut berada di balik serangan bom Bali Oktober 2002 lalu yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.
(ita/ita)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).