Minggu, 05/07/2009 17:19 WIB
Survei Puskaptis
Elektabilitas SBY Turun Jadi 51,95%, Isu SARA Faktor Penting
E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta -
Elektabilitas capres dan cawapres terus bergerak, ada yang naik ada juga yang turun. Dalam survei yang dilakukan Tim Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategi (Puskaptis), pasangan SBY-Boediono menurun siginifikan. Pernyataan Andi Mallarangeng tentang orang Bugis turut menyumbang.
Dalam 5 kali survei yang terakhir digelar pada 2-4 Juli, Puskaptis mendapatkan data pasangan SBY-Boediono mencatat angka 51,95 persen. Survei sebelumnya pada 26-30 Juni sekitar 53,95 persen, pada 17-24 Juni 54,30 persen, pada 4-11 Juni 52,15 persen, dan pada 11-17 Mei sekitar 57,39 persen.
"Yang pengaruhi elektabilitas ternyata pengaruh tim sukses. Misalnya, Andi Malarangeng itu sangat besar pengaruhnya karena itu etnis," ujar Direktur Eksekutif Puskaptis Husin M Yazid saat jumpa pers di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2009).
Penurunan sebagian besar terjadi di wilayah Sulawesi dan daerah lumbung besar lainnya misalnya Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Sekalipun Andi meminta maaf ke publik, khususnya masyarakat Sulawesi, hal itu belum tentu bisa menaikkan elektabilitas
pasangan ini.
"Tidak tahu juga, mungkin karena bangsa ini senang jika seseorang mengakui kesalahan," kata Husin.
,
Sementara itu, pasangan lainnya Mega-Prabowo cenderung mengalami kenaikan. Dari hasil survei terakhir pada 2-4 Juli elektabilitas mereka di angka 22,25 persen, sedang pada 26-30 Juni 21,02 persen, pada 17-24 Juni 17,51 persen, pada 4-11 Juni 22,17 persen, dan 11-17 Mei sekitar 24,26 persen.
Sedang JK-Wiranto juga mengalami kenaikan, pada survei 2-4 Juli mereka di kisaran 18,27 persen, 26-30 Juni 18,15 persen, 17-24 Juni 18,13 persen, pada 4-11 Juni 17,20 persen, dan pada 11-17 Mei 12,37 persen.
Survei tersebut dilakukan di 33 provinsi, 150 kabupaten/kota hingga mencapai ke seluruh pelosok Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan, RW dan RT dengan menggunakan metode random sampling dengan 2.600 responden.
"Survei ini sangat singkat, tapi kualitas bisa dipertanggungjawabkan," klaimnya.
Khusus pasangan JK-Wiranto, dia menjelaskan, peningkatan dikarenakan faktor JK yang bisa diterima pemilih wanita.
"JK ini ternyata dipilih kelompok pemilih wanita karena JK ceplas-ceplos, diterima
masyarakat, membumi. Iklan-iklan ini juga berpengaruh. Ditambah seruan Muhammadiyah dan NU untuk pilih JK," lanjutnya.
Bagaimana dengan debat capres? "Pengaruhnya kecil. Debat lebih ke sosialisasi pemilu, justru dibilang omong kosong semua. Terlalu capek rakyat ditipu," katanya.
(ndr/nrl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).