Sabtu, 04/07/2009 00:15 WIB
4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
Deplu: Kita akan Minta Pertanggungjawaban
Rachmadin Ismail - detikNews
Ilustrasi
Jakarta -
Empat orang mahasiswa Indonesia diduga mengalami penyiksaan saat ditahan oleh kepolisian Mesir. Departemen Luar Negeri (Deplu) mengaku sedang menelusuri informasi tersebut. Jika benar, pemerintah Mesir harus bertanggungjawab.
"kalau memang mereka diperlakukan tidak benar akan dimintai pertanggungjawaban," kata Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah saat dihubungi lewat telepon, Jumat (3/7/2009).
Namun informasi yang diperoleh Faiz, sapaan akrabnya, baru sebatas penahanan oleh kepolisian. Terkait kabar soal penyiksaan bahkan sampai tidak diberi makan, pihaknya perlu mengkonfirmasi ulang dengan pejabat setempat.
Saat ini, kata Faiz, keempat mahasiswa tersebut sudah berada di rumah kos semula. Kondisi mereka juga dikabarkan sudah dalam keadaan baik.
"Kita baru memperoleh informasi dari pihak ketiga, nanti akan kita telusuri," tutupnya.
Seperti diketahui, 4 mahasiswa asal Riau, Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugandi digelandang pihak kepolisian Mesir karena diduga terlibat gerakan Islam garis keras di mesir. Mereka juga dianggap bersalah karena salah seorang rekannya telah membuka situs Ihwan Muslim Online.
Keempat mahasiswa semester awal di Universitas Al Azhar itu kemudian dipukuli, ditelanjangi bahkan disetrum. Kabarnya, mereka pun tidak diberi makan selama 3 hari di dalam tahanan.
(mad/mad)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).