Wawancara Lain

Indeks Wawancara




Senin, 29/06/2009 08:58 WIB
Selebaran Istri Boediono Katolik
Adi Zein Ginting: Saya Nggak Ada Niat untuk Black Campaign
Moksa Hutasoit - detikNews

(Foto: Aprizal Rahmatullah/ detikcom)
Jakarta - Nama Adi Zein Ginting (56) tiba-tiba saja menjadi topik hangat antara kubu JK-Wiranto dan SBY-Boediono. Adi mengaku telah menyebarkan selebaran yang menyebut istri cawapres Boediono, Herawati, penganut agama Katolik pada saat kampanye JK-Wiranto di Medan.

Adi mengaku tidak ada niat untuk menyebarkan isu miring seputar Boediono. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai ahli akupuntur ini bahkan mengaku tak tahu menahu soal isi selebaran tersebut.

Berikut adalah perbincangan detikcom dengan Adi saat dihubungi Minggu (28/6/2009) malam:

Apakah Bapak yang menyebarkan selebaran tersebut?

Saya memang yang menyebarkan tapi ada lagi yang nyebarin, dia Sukri orang Al Jami'atul Wasliyah. Waktu itu saya datang ke kampanye JK-Wiranto karena diajak teman. Saat duduk di kursi, saya diminta oleh Sukri untuk menyebarkan selebaran tersebut. Saya fotocopy sebanyak 400 lembar, Sukri 200 lembar.

Bapak baca tidak isi selebaran tersebut?

Saya nggak baca, saya nggak tahu kalau isinya kaya gitu. Saya nggak tahu apa-apa, saya nggak ada niat kaya gitu. Bagi saya, cawapres atau capres beragama Katolik atau apa pun yang penting negara ini aman.

Anda katanya pendukung SBY?

Saya ini beserta seluruh keluarga waktu pileg (pemilihan legislatif) kemarin memilih Demokrat. Saya ini selalu mendukung SBY.

Kalau pendukung SBY, kenapa Bapak datang ke kampanye JK?

Saya cuma diajak kawan. Cuma pingin lihat-lihat.

Katanya Bapak disuruh oleh Abdul Wahab Dalimunthe (anggota DPR terpilih dari PD)?

Nggak. Yang kemarin itu salah (Adi sempat menyebut dia diperintah Abdul Wahab untuk menyebarkan selebaran tersebut). Saya nggak disuruh Pak Abdul Wahab, dia orang baik.

Uang fotocopy berasal dari mana?

Setelah diselidiki, duitnya dari Sunar Munthe.

Bapak terima duit karena menyebarkan selebaran itu?

Demi Allah saya nggak terima duit.

Bapak siap datang ke Panwaslu?

Sebagai anak bangsa, saya siap dipanggil Panwaslu.

Kalau dipenjara bagaimana?

Saya serahkan dulu perkaranya. Saya bersedia dipenjara, tapi Si Sukri harus ikut. (mok/nrl)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (23 Komentar)

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).