Tokoh Lain

Indeks Tokoh




Selasa, 16/06/2009 13:46 WIB
Sebelum Masuk ke Bawaslu, Agustiani Bangga Jadi Ibu Rumah Tangga
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

Agustiani Tio (Foto: Novi CA/detikcom)
Jakarta - Agustiani Tio Fridelina Sitorus sebelumnya menikmati hidup menjadi ibu rumah tangga dan wirausahawati. Namun kini, ibu tiga anak itu harus berkutat dengan urusan Pemilu di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Apa yang membuat Agustiani keluar dari rutinitas ibu rumah tangga yang sungguh dinikmatinya? Ternyata jawabannya cukup simpel. Sarjana Ekonomi itu ingin hidupnya lebih berarti untuk orang banyak.

"Ya saya ingin mencoba apa yang bisa saya berikan untuk mengabdi pada negara. Dan kepandaian yang ada pada saya saya coba berikan ke negara semampu yang saya bisa demi kemaslahatan orang banyak," ujar Agustiani Tio ketika ditemui detikcom di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2009).

Agustiani mengaku tertarik menjadi anggota Bawaslu sejak Pemilu 2004. Namun saat itu dirinya belum ingin bergabung karena ingin mengamati proses pemilu terlebih dulu.

"Saya lihat dulu ada yang namanya Panwaslu. Dan saya lihat penyelenggaraannya waktu itu seperti apa. Tapi, karena pada saat itu Panwaslu sifatnya masih adhoc, jadi setelah Pemilu ya selesai begitu saja. Yang terjadi, sudah terjadi," imbuh Agustiani.

Nah, saat lowongan anggota Bawaslu dibuka pada 2008, Agustiani tidak ingin melewatkannya. Dia pun langsung mendaftarkan diri.

"Sebelum di Bawaslu saya selalu dengan bangga mengatakan saya seorang ibu rumah tangga yang mempunyai usaha sendiri," jelas dia yang enggan mengatakan jenis usahanya.

Selain berkecimpung di Bawaslu, perempuan kelahiran 19 Agustus 1970 itu juga mengaku aktif di beberapa organisasi sosial kemasyarakatan. Tokoh Proklamator Bung Karno pun menjadi idolanya.

"Karena dia seseorang yang bisa membuat Indonesia dikenal di mata dunia yang sampai saat ini Presiden kita belum ada yang bisa melakukan hal yang sama. Yaitu membuat Indonesia disegani di luar," jelas ibu 3 anak ini.

Dalam bekerja, Agustiani selalu cermat menerapkan prinsipnya, percaya akan karma.

"Saya percaya namanya karma. Hukum sebab akibat itu ada. Tiap melakukan suatu kegiatan saya selalu mikir kalau saya melakukan sesuatu hal itu akan berbalik ke saya atau tidak. Itu yang saya pegang," ucap Sarjana Ekonomi Universitas Pancasila tahun 1989 itu dalam suatu kesempatan.

(nwk/ken)


GRATIS kaos cantik dan voucher pulsa! ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 3845 (Telkomsel, Indosat, Three)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).