Kamis, 28/05/2009 18:15 WIB
Tim Sukses JK-Wiranto
Tangkal Operasi Senyap dengan Jenderal
Deden Gunawan - detikNews
Jakarta -
Pertemuan antara lima pensiunan jenderal tentara dengan Jusuf Kalla (JK) di Jalan Mangun Sarkoro itu berlangsung tertutup. Selama 1 jam 20 menit para pensiunan tentara itu berbincang-bincang dengan JK.
Sumber detikcom menyebutkan, mereka sengaja dihadirkan orang-orang dekat JK untuk membantu pemenangan pasangan JK-Wiranto di Pilpres.
"Kita butuh jaringan para purnawirawan jenderal tersebut di akar rumput. Sepengetahuan kami mereka punya akses yang luas di seluruh Indonesia," jelas sumber tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, JK memberikan gambaran soal dugaan kecurangan yang terjadi. Disinyalir itu merupakan operasi intelijen alias opersi senyap yang digelar salah satu partai peserta pemilu.
Untuk mengantisipasi kecurangan serupa, JK berharap para pensiunan tersebut mau membantu melakukan kontra intelijen. Apalagi para pensiunan tentara ini paham seluk beluk intelijen dan teritorial.
Sebut saja Laksamana Purn Bernard Kent Sondakh yang pernah menjabat Kasal, mantan Wakil Kasau Marsdya Purn Basri Sidehabi, mantan Pangarmatim Mayjen Purn Djasri Marin, serta mantan Danpuspom TNI Marsda Syamsuddin Arsyad.
Untuk memudahkan pergerakan, para pensiunan tentara ini kemudian membentuk sebuah tim yang diberi nama Tim Garuda. Tim ini bertugas melakukan pengamatan dan penggalangan massa dari jaringan-jaringan yang mereka miliki.
"Ini jangan diartikan "perang bintang". Sebab kami semua sudah pensiunan dan jadi warga sipil yang punya hak mengambil sikap politik," jelas Basri yang dipercaya menjadi Ketua Tim Garuda saat dihubungi detikcom, Kamis (28/5/2009.
Tapi, kata Basri, meski sudah jadi serdadu tua semangat prajurit tetap menyala. "Bagi prajurit ada istilah soldier never die," ujarnya.
Masuknya Tim Garuda dalam barisan JK-Wiranto menambah panjang daftar pensiunan jenderal yang merapat ke pasangan ini.
Sebelumnya beberapa jedneral lebih dulu merapat ke JK-Wiranto. Mereka antara lain, mantan KASAD Jenderal TNI Purn Subagyo HS, mantan Kasum TNI Letjen Purn Suaidy Marasabessy, mantan FABRI Letjen Purn Abu Hartono, Letjen TNI Ari Marjono.
Selain itu ada juga mantan Kapolri Jenderal Pol Purn Khairudin Ismail, Mayjen TNI Purn Iskandar Ali, serta Letjen TNI Purn Sumarsono. Seluruh jenderal itu masuk dalam Tim Garuda.
"Dukungan para jenderal bagi pasangan JK-Wiranto merupakan bentuk kepedulian prajurit terhadap masa depan bangsa. Mereka akan bersama-sama berjuang dengan JK-Wiranto untuk Indonesia yang lebih baik," jelas Iskandar Manji, Sekertaris Tim Sukses Nasional JK-Wiranto
Para jenderal tersebut, ujar Manji, bertugas menghidupkan jejaring yang mereka miliki di masyarakat untuk pemenangan JK-Wiranto. Kemampuan mereka dalam bidang intelijen juga diharapkan bisa mengantisipasi apabila ada kecurangan dalam proses pilpres.
Pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai, merapatnya sejumlah purnawirawan ke JK-Wiranto hanya sebagai pengontrol saja. Sehingga bisa membaca startegi lawan, terutama operasi senyap yang dilakukan lawan-lawan mereka.
Menurut Wawan, Golkar sengaja membentuk tim sukses dari kalangan militer untuk jaga-jaga supaya tidak kecolongan dengan operasi intelijen. Karena masing-masing tentara sama-sama mengetahui bila terjadi operasi intelijen di lapangan.
"Kalau ada operasi senyap tim JK-Wiranto akan segera tahu. Sehingga bisa cepat mengambil tindakan. Karena sesama prajurit satu guru satu ilmu," pungkas Wawan.
(ddg/iy)
GRATIS kaos cantik dan voucher pulsa! ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 3845 (Telkomsel, Indosat, Three) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).