Kamis, 14/05/2009 11:20 WIB
'Say No to BudioNo, Say Yes to Budi Anduk'
Arifin Asydhad - detikNews
(Foto: Opank Yono)
Jakarta -
Penolakan terhadap Boediono sebagai cawapres yang dipilih SBY melebar ke perang spanduk. Spanduk
'Say No to BudioNo, Say Yes to Budi Anduk' makin bertebaran di banyak sudut Jakarta.
Spanduk itu dibuat oleh organisasi Masyarakat Damai dan Bersatu. Namun, tidak diketahui siapa pemimpin LSM ini. Yang jelas, spanduk yang mulai muncul sejak Rabu (13/5/2009) itu makin banyak dipasang hari ini, Kamis (14/5/2009).
Pemantauan
detikcom, sedikitnya spanduk berbackground putih bertuliskan warna merah, biru, dan hitam itu terlihat di perempatan Jalan Fatmawati Jakarta Selatan, di halte busway Jalan Buncit Raya Jakarta Selatan dan di fly over perempatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Spanduk penolakan Boediono itu dipasang secara mencolok.
Dari tulisan di spanduk itu, LSM Masyarakat Damai dan Bersatu terkesan tidak mengetahui persis penulisan nama gubernur BI yang benar. Di spanduk itu tertulis 'Budiono' bukan 'Boediono.'
Belum diketahui persis maksud dari spanduk penolakan Boediono itu yang mengaitkan nama Budi Anduk, pelawak yang saat ini sedang naik daun. Namun, kalimat itu jelas memperlihatkan satire.
Aksi-aksi penolakan Boediono merebak sejak nama cawapres yang dipilih SBY bocor. Boediono dianggap tidak prorakyat dan bermazhab neoliberal. Namun, oleh sebagian orang, Boediono dianggap sebagai orang yang tepat, sederhana, dan bisa mengatasi krisis global di Indonesia.
(asy/nrl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).