Berita Lain

Indeks Berita




Rabu, 15/04/2009 17:54 WIB
Bayi Kembar Berkepala di Perut Dirujuk ke RSU Adam Malik Medan
Khairul Ikhwan - detikNews

dok detikcom (foto: Khairul Ikhwan)
Jakarta - Bayi kembar tidak sempurna dengan kepala di bagian perut, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Rabu (15/4/2009). Sebelumnya, bayi tersebut dirawat di RSU Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut).
 
Rizka Sabila dan Rizki Sabila, bayi berusia tiga hari asal Kampung Mesjid, Teluk Binjai, Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara, tiba di RSU Adam Malik Medan, Selasa (14/4/2009) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat ini Rizka dan Rizki mendapat perawatan di ruang Anak dan Perinatologi Rindu-B RSUP Adam Malik Medan di bawah pengawasan dokter ahli. Rizki Rizka dan Rizzi merupakan anak ketujuh dan ke delapan dari pasangan Usnul Marpaung dan Asnizar Tanjung.
 
Usnul mengaku, Rizka dan Rizki lahir Minggu (12/4/2009) sekitar pukul 08.00 WIB, atas bantuan bidan desa setempat. Sebelum melahirkan, ibu bayi dan pihak keluarga tidak merasakan ada tanda-tanda akan mendapat bayi tidak seperti kelaziman.
 
"Saat mengandung, isteri saya tidak merasa ada hal-hal aneh dalam perutnya. Tapi setelah melahirkan, kami sempat terkejut. Tapi akhirnya kami pasrah," kata Usnul.
 
Sementara Direktur Pelayanan dan Medis RSU Haji Adam Malik Medan Azwan Hakmi mengatakan, berdasarkan diagnosa sementara, Rizka dan Rizki merupakan bayi kembar tidak sempurna. Memiliki dua kepala, satu di antaranya tidak terbentuk sempurna dan melekat pada bagian perut.
 
"Namun bayi ini memiliki dua alat kelamin, satu jantung dan satu paru-paru yang berada di satu tubuh. Pada bagian perut, tumbuh kepala yang tidak sempurna dan memiliki rambut. Sepasang tangan normal dan sepasang lagi tidak sempurna," kata Azwan.
 
"Saat ini tim dokter sedang melakukan upaya stabilitasi kesehatan bayi karena kondisinya masih terlalu lemah. Umurnya saja baru tiga hari," kata Azwan.
 
Menurut Azwan, tim dokter akan melakukan pengamatan lanjutan guna melihat kemungkinan dilakukan operasi pemisahan.
 
"Tahap awal, kita pantau terus perkembangannya, baru melihat kemungkinan dilakukan pemisahan. Sekarang bayi kita tempatkan di dalam inkubator, agar suhu badan bayi terjaga," sebut Azwan.
(rul/djo)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).