Detik.com News
Detik.com

Jumat, 20/02/2009 23:44 WIB

TNI Diminta Usut Insiden Sukhoi di Makassar

Moksa Hutasoit - detikNews
TNI Diminta Usut Insiden Sukhoi di Makassar
Jakarta - Alarm dua pesawat Sukhoi yang sedang berlatih di kawasan udara Makassar tiba-tiba berbunyi. Untuk mengetahui penyebab peristiwa itu, TNI diminta segera mengusutnya.

"Kalau perlu dibentuk tim khusus Mabes TNI serta instansi terkait," kata anggota komisi I DPR, Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Jumat (20/2/2009).

Tjahjo mengatakan, peristiwa itu harus segera diketahui penyebabnya. Apakah human error atau masalah tekhnis. Bahkan, menurut Tjahjo, jika tidak siap dengan kecanggihan sistem pesawat ini, pembelian Sukhoi sebenarnya dapat ditunda.

"Kalau memang belum siap secara tekhnis harusnya (pembelian) tidak perlu tergesa-gesa," jelasnya.

Seperti diketahui, dua pesawat Sukhoi milik TNI AU diduga menjadi sasaran tembak pesawat asing saat menggelar latihan terbang sekitar pukul 09.00 Wita. Alarm kedua pesawat tersebut berbunyi saat berada di ketinggian 20 ribu kaki.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mok/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%