Berita Lain

Indeks Berita




Kamis, 19/02/2009 15:53 WIB
Golkar Usung Capres Karena Dipicu Sindiran Ahmad Mubarok
Gunawan Mashar - detikNews

Jakarta - Partai Golkar akhirnya mengusung calon presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden 2009 nanti. Keputusan ini dipicu oleh sindiran Wakil Ketua Partai Demokrat Ahmad Mubarok yang menyebut Golkar hanya memperoleh suara 2,5 persen pada Pemilu Legislatif nanti.

Keputusan untuk mengusung capres sendiri ini diusulkan oleh semua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar ketika bertemu Jusuf Kalla di kediamannuya di Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (19/2/2009).

Sumber detikcom menyebutkan bahwa keputusan ini kian menguat pada Rapat Konsultasi yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Slipi, Jakarta pada Rabu kemarin (19/2/2009).

"Keputusan ini menguat semalam. Diawali saat Alex Noerdin, ketua DPD I Sumsel yang mengatakan bahwa buat apa dipertahankan jika selama ini partai yang dianggap teman sejalan malah menganggap enteng partai. Selain itu juga, keputusan Pilkada Malut, di mana Mendagri memenangkan calon dari Demokrat, sementara calon dari Golkar dianulir," tuturnya.

Pertimbangan inilah yang membuat keinginan sejumlah Ketua DPD untuk mengakhiri duet SBY-JK semakin kuat. Karena kondisi JK yang tidak enak badan dan tak mampu meneruskan rapat, pertemuan antara ketua DPD I dan JK pun dilanjutkan di rumah dinasnya hari ini.

Saat menerima para anggota DPD di rumahnya, sejumlah pengurus teras di DPP tidak mendampingi JK. Terutama, sejumlah pengurus yang selama ini dinilai ikut mendukung dan ingin melestarikan duet SBY-JK. Disebut-sebut, mereka antara lain Firman Subagyo, Rully Chairul Azwar, Sumarsono, Yorrys Raweyai, dan Muladi.

"Mereka tidak hadir. JK tak didampingi oleh pengurus DPP. Mungkin karena mereka tidak menyangka jika tiba-tiba daerah mampu meloloskan keinginan agar Golkar punya capres," terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPD I Jawa Barat, Uu Rukmana menyebutkan jika keinginan agar Golkar mengusung capres muncul dari semua daerah, dan disetujui JK. Bahkan setelah rapat, JK meminta mereka untuk menyampaikan kabar ini dengan menggelar konferensi pers.

(gun/nrl)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).