Berita Lain

Indeks Berita




Rabu, 28/01/2009 17:17 WIB
Dokter Teliti Kemungkinan Pemisahan Bayi Berkepala Dua
Khairul Ikhwan - detikNews

Ilustrasi (Foto: AFP)
Medan - Rumah Sakit Umum (RSUP) Haji Adam Malik Medan, telah membentuk tim dokter untuk menangani bayi berkepala 2 asal Langsa, Aceh, Marwati 1 dan Marwati 2. Selain bertanggungjawab memantau perkembangan kesehatan bayi, tim ini juga meneliti kemungkinan dilakukannya operasi pemisahan.

Profesor Dokter Munar Lubis selaku ketua tim mengatakan, tim tersebut berjumlah sedikitnya delapan orang, terdiri dari berbagai disiplin ilmu kedokteran dan ahli bedah.

Untuk sementara, tugas tim dokter masih seputar pemantauan kondisi kesehatan sang bayi.

"Kita masih berupaya menstabilkan kondisi bayi. Berikutnya kita akan meneliti kemungkinan apakah dapat dioperasi atau tidak, mengingat banyak organ dalam yang saling menyatu," kata Munar kepada wartawan di RSUP Haji Adam Malik, Jl Bungalow, Medan, Rabu (28/1/2009).

Berdasarkan hasil diagnosa sementara, imbuh Munar, secara fisik, Marwati 1 dan Marwati 2 memiliki tubuh satu, berkepala dua, mempunyai dua jantung yang saling melekat dan dua tulang belakangn yang menyatu pada bagian bawah.

"Tetapi Marwati 1 tidak memiliki atrium atau rongga jantung yang lengkap. Bayi ini hanya punya satu rongga jantung yang menyatu. Dari literatur yang ada, pemisahan bayi ini memiliki kesulitan yang sangat tinggi," ujar Munar.

Pemisahan dini dinilai dapat mengancam keselamatan bayi. Selain kondisinya belum stabil, sejumlah organ dalam sebagian besar menyatu. Pihak rumah sakit juga belum membicarakan rencana pemisahan bayi kepada orangtuanya.

"Kita utamakan kesehatannya dulu baru cerita tentang operasi," tegas Munar.

Kondisi kesehatan Marwati 1 dan Marwati 2 di hari ketiga relatif baik. Keduanya mendapat perawatan di ruang Pediatric Intesive Care Unit (PICU), lantai 3 RSUP Adam Malik, Medan.

Marwati 1 dan Marwati 2 merupakan anak ketiga dari pasangan Mugiono Wahid dan Marwati, warga Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kedua orangtua bayi sehari-hari bekerja sebagai buruh perkebunan PTPN-I Langsa.

Bayi Marwati 1 dan Marwati 2 lahir di RS Cut Meutia, Langsa, Minggu 25 Januari 2009 sekitar pukul 10.30 WIB dengan berat 4,6 kilogram melalui proses bedah caesar.

Bayi ini sempat dirujuk ke RS Tembakau Deli, Jl. Putri Hijau Medan. Akibat keterbatasan alat dan ketersediaan dokter ahli, keduanya kemudian dirujuk ke RSUP Adam Malik. (rul/nwk)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).