Berita Lain

Indeks Berita








Selasa, 13/01/2009 12:31 WIB
TKI Terjebak Di Jalur Gaza
Umi Saodah Diduga Kuat Korban Perdagangan Manusia
Andi Saputra - detikNews

Jakarta - Keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Umi Saodah, masih menjadi tanda tanya. Diduga kuat Umi Saodah merupakan salah satu korban perdagangan perempuan.

"Berdasarkan laporan keluarga dan surat-surat yang dipegang keluarga, Umi kami duga kuat merupakan korban perdagangan manusia," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah di Kantor Depnakertrans, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2009).

Lebih lanjut dia menjelaskan, tujuan keberangkatan Umi pada 2000 adalah ke Yordania. Setelah beberapa saat, kemudian dia dikirim bekerja ke Palestina. "Padahal Palestina bukan negara tujuan TKI dan di Palestina memiliki tingkat konflik cukup tinggi. Ini menunjukan ada perdagangan manusia," tambahnya.

Orang tua Umi Saodah, M. Yasmin juga memperkuat dugaan Migrant Care. Ditemui wartawan di Kantor Depnakertans, Yasmin mengaku pernah menerima telepon dari anaknya pada 8  Agustus 2008. Dalam percakapan tersebut, anaknya menceritakan jika di tempat dia tinggal bersama majilannya banyak suara bom dan tembak-tembakan.

"Tapi saya tidak menanyakan kapan dia pulang karena takut membuat beban. Dan itu komunikasi terakhir,"kisah laki-laki paruh baya berkopiah yang menunggu bertemu Menakertrans untuk menanyakan keberadaan anaknya.

Umi Saodah adalah TKW asal Tlawongan, RT 6/5 Karang Tengah, Tuntang, Semarang. Sejak 2004 majikan tidak menggajinya. Kabar terakhir Umi bekerja kepada keluarga Dr Suhaib Kamal di Jalur Gaza dengan alamat surat PO BOX 1439 Gaza, Palestina. (asp/iy) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).