Senin, 01/12/2008 13:44 WIB
Parlemen Indonesia dan Presiden India Sepakat Perangi Terorisme
Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta -
Serangan aksi terorisme yang terjadi di Mumbai, India, pekan lalu menuai kecaman dari dunia internasional. Tak terkecuali Indonesia.
Parlemen Indonesia dan Presiden India Pratibha Devisighn Patil pun berkomitmen untuk sama-sama memerangi aksi teror tersebut.
"Kami sepakat menolak terorisme dan perlu bekerjasama sama secara maksimal untuk menanganinya. Agama-agama tidak pernah mangajarkan terorisme. Agama justru dijadikan korban dari terorisme," kata Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.
Hal itu disampaikan Hidayat usai bertemu dengan Patil di Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2008).
Menurut Hidayat, dirinya dan Patil sama-sama sepakat bahwa demokrasi lewat penghargaan atas perbedaan adalah salah satu alat untuk memerangi terorisme.
"Demokrasi adalah salah satu pintu memberantas terorisme secara efektif," ungkap Hidayat.
Sementara itu, usai menemui Hidayat, Patil pun bertemu dengan Ketua DPR Laksono dan Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita.
Dalam pertemuan singkat itu, kata Agung, Patil pun menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang beruntung dengan tidak adanya WNI yang mejadi korban serangan teror di Mumbai.
"Beliau juga menghargai sikap Indonesia yang turut mengutuk aksi teror tersebut," pungkas Agung.
(lrn/nrl)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).