Senin, 24/11/2008 11:31 WIB
Irgan Chairul Mahfiz Diusir Orangtua Gara-gara PPP
Ronald Tanamas - detikNews
Foto: Irgan (Ronald/detikcom)
Jakarta -
Menjadi seorang pembangkang sudah dilakoninya sejak masih muda. Bahkan pria berbadan besar dan berkumis ini pernah membangkang terhadap orang tuanya hanya karena membela PPP. Inilah Irgan Chairul Mahfiz.
Pria ini kini menjadi Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pria kelahiran Sumatera utara ini sudah menjadi pembangkang untuk memperjuangkan keyakinannya. Ini dimulai sejak tahun 1982. Saat itu partai yang ada dan pasti menang adalah partai berlambangkan pohon beringin.
Orang tua Irgan pada saat itu adalah ketua KPPS dari partai Golkar di daerahnya. Walaupun
itu orang tuanya sendiri, Irgan mengaku telah menjadi orang pertama yang melakukan penentangan saksi pemenangan di daerah tersebut.
Kontan saja itu membuat orang tua Irgan marah besar. Pria muda ini ditegur karena orangtuanya merasa malu terhadap Partai Golkar. Namun itu tidak menyurutkan Irgan dalam memperjuangkan keyakinannya bahwa Partai Golkar bukan satu-satunya partai yang baik. Bahkan menurut Irgan partai berlambang beringin tersebut merupakan partai yang perlu dikasihani.
"Saya diusir oleh orang tua karena membela dan memperjuangkan partai yang pada saat itu merupakan partai Islam satu-satunya di negeri ini," kata Irgan Chandra kepada detikcom.
Seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya kekerasan dari orang tua Irgan melunak dan bisa menerima kembali. Setelah mendapatkan restu dari orang tuanya karir Irgan di dunia perpolitikan makin cerah. Apalagi pada saat mukernas idolanya Buya Ismail Mataram terpilih sebagai Ketua Umum P3.
Irgan sangat mengidolakan Buya karena menurutnya pria ini adalah seorang pemimpin yang sangat menghargai suara anak buahnya. Meski begitu walaupun sudah diidolakan sedemikian rupa, bukan berarti Irgan tak pernah dimarahi oleh Buya.
"Saya selalu ingat pernah ditegur keras oleh Buya. Karena tidak memperkenalkan beliau saat disuruh telepon ketua DPD di Jawa Timur, akibatnya ketua DPD di Jawa Timur sempat tidak mengenali dan menegur Buya dengan keras," kenang Irgan.
Setelah Buya tidak menduduki ketua umum lagi. Irgan sempat tidak masuk dalam kepengurusan partai selama 2 periode. Baru pada saat periode Suryadharma Ali inilah ia mendapatkan posisi orang kedua dalam partai berlambangkan Kabah ini.
(ron/iy)
Baca juga :
SMS Iklan
awas! merokok bisa bikin kaya n sehat! http://rokokher bal.com?no=rh04 77 (+6281378781967)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).