Berita Lain

Indeks Berita








Jumat, 21/11/2008 15:00 WIB
Sengketa Pilkada Jatim
Majelis Hakim Minta Tak Ada Darah Tumpah
Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Salah seorangs saksi dalam sidang sengketa Pilkada Jatim di Mahkamah Konstitusi (MK(), Abdul Basir mengaku mendapat ancaman sebelum menjadi saksi. Mendengar pengakuan tersebut, Ketua majelis hakim Maruarar Siahaan meminta agar tidak ada darah yang tertumpah setelah menjadi saksi.

"Jangan sampai ada darah yang tertumpah setelah menjadi saksi. Kultur seperi ini harus dirubah," ujar Maruarar Siahaan dalam persidangan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2008).

Menurut Maruarar, demi keselamatan saksi, dirinya akan melakukan pleno dengan ketua MK Mafud MD. "Mungkin saja bisa minta pengamanan Polri," katanya.

Terkait ancaman tersebut, Khofifah membenarakan jika para saksi mendapat ancaman yang dikirim melalu pesan singkat. "Kamu tidak sayang dengan usahamu, kamu tidak sayang dengan dirimu," kata Khofifah.

Selain saksi, menurut Khofifah, ancaman itu juga diterima oleh posko tim pemenangan Kaji, di Jatim.

Untuk menghindari teror terhadap saksi, Khofifah meminta agar saksi menggunakan penutup kepala agar wajah tidak terlihat. "Karena sidang ini terbuka maka tidak diperkenankan oleh majelis," imbuhnya.

Sementara itu Soekarwo menolak jika ada ancaman yang diterima oleh saksi. "Saya kira kondisi sekarang ancam-mengancam tidak mungkin," tandasnya. (did/anw) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).