Jumat, 21/11/2008 10:29 WIB
Adhyaksa: Saya Tak Pernah Bagi-bagi Rp 5 Juta ke DPD KNPI
Ken Yunita - detikNews
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta -
Perpecahan di tubuh KNPI menyeret nama Adhyaksa Dault. Selain dituding sebagai pemecah belah KNPI, Menteri Pemuda dan Olah Raga itu bahkan disebut-sebut membagi-bagikan uang Rp 5 juta kepada setiap DPD dan OKP di KNPI.
Mendengar tudingan-tudingan itu, Adhyaksa geram. Pria berkumis tebal itu memperingatkan akan melaporkan si penuduh ke polisi jika terus menerus mencemarkan nama baiknya.
"Demi Allah saya tidak pernah memberi uang Rp 5 juta. Kalau si Sohan Gumay itu mengaku melihat dengan mata kepala sendiri itu bohong. Itu fitnah. Dalam rangka apa saya bagi-bagi uang di Hotel Ritz Calrton?" kata Adhyaksa kesal.
Salah seorang pengurus Gerakan Muda Kosgoro, Sohan Gumay, Rabu (19/11/2008) menuding Adhyaksa membagi-bagikan Rp 5 juta kepada setiap DPD dan OKP di tubuh KNPI. Uang itu dibagikan pada 22 Juli 2008 di Hotel Ritz Carlton dilakukan pertemuan 27 DPD KNPI dan 7 OKP.
Berikut wawancara
detikcom dengan Adhyaksa:
Apa Anda kenal dengan Sohan Gumay?Siapa orang itu? Saya nggak kenal. Lihat batang hidungnya saja saya nggak pernah.
Apakah Anda akan polisikan dia?Saya peringatkan, kalau dia nggak merubah sikap dan mencemarkan nama saya lagi, saya akan tuntut dia.
Jadi pemuda itu harus bersikap perwira. Kalau menang ya akui menang, kalau kalah ya akui kalah. Jangan kalah terus menuduh pemerintah dan menyalahkan orang lain.
Kenapa tuduhan itu bisa terjadi?Kan KNPI itu pecah jadi dua. Satu kongres di Bali dan satu lagi di Ancol. Yang nuduh saya ini anak-anak Ancol. Mereka bilang saya ini membela satu kubu. Lho saya ini kan mewakili selaku Menpora. Apa kepentingan pemerintah untuk membela satu pihak? Nggak ada.
Apa sebenarnya penyebab KNPI terpecah?Itu kan sebabnya sistem mereka sendiri. Pengurus terakhir itu pengurusnya sangat banyak sampai 300 orang. Akhirnya jadi terpecah-pecah. Ke depan ini harus diatasi. Jangan sampai jumlah pengurus itu sebanyak itu.
Kasus ini sudah dibawa ke depan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pak Wapres sudah minta keduanya bersatu. Keduanya sudah sepakat. Saya harap setelah ini tidak muncul fitnah-fitnah lagi.
(ken/iy)
Baca juga :
SMS Iklan
for sale jalan dago bandung luas 3000 m2 harga 45 milyar nego. (+62818430085)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).