Berita Lain

Indeks Berita




Rabu, 19/11/2008 07:34 WIB
Ical Mundur dari Politik, Warga Korban Lumpur Lapindo Masa Bodoh
Aprizal Rahmatullah - detikNews

(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta - Sudah seminggu lebih Dawam (26), warga korban lumpur Lapindo, menetap di Jakarta. Dirinya terpaksa datang ke ibu kota untuk menagih sisa pelunasan ganti rugi akibat semburan lumpur Lapindo. Selama menetap di Jakarta, ia bersama puluhan warga Sidoarjo lainnya menginap di Kantor YLBHI.

Mendengar kabar Aburizal Bakrie (Ical) bakal absen dari kabinet mulai 2009, Dawam mengaku masa bodoh. Baginya, dan bagi teman-teman seperjuangannya, yang terpenting adalah bagaimana Ical bisa secepatnya melunasi tunggakannya kepada warga korban lumpur Lapindo.

"Mau jadi menteri lagi mau enggak, terserah. Yang penting buat warga itu lunas, Mas," kata Dawam dengan nada agak ketus kepada detikcom saat ditemui di Kantor YLBHI, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2008) malam.

Menurut pria yang mengaku masih lajang ini, ia dan perwakilan warga korban lumpur Lapindo terus menagih janji pelunasan 80 persen sesuai Perpres nomor 11/2007 hingga selesai. Hingga saat ini, Dawam tak habis pikir mengapa seorang Aburizal Bakrie yang kekayaannya triliunan rupiah itu tidak bisa melunasi tunggakan terhadap sekitar 10.000 rumah yang terendam lumpur Lapindo.

"Kata Majalah Forbes Bakrie orang kaya se-Asia Tenggara, masa nggak bisa bayar kita?" keluh lajang asal Kedungbendo, Sidoarjo, Jawa Timur ini.

Dawam juga bercerita, dirinya sudah jenuh dan lelah dengan aksi demo menuntut pembayaran ganti rugi selama ini. Baginya, aktivitas itu hanya membuang-buang waktu dan menganggu pekerjaannya. Namun hal itu tetap dia jalani demi perjuangan menuntut hak.

"Ini bagian perjuangan menuntut keadilan, mau gimana lagi?" tandasnya.

Dawam sendiri kehilangan rumah kesayangannya yang bernilai Rp 500 juta akibat terendam lumpur. Saat ini ia harus mengontrak rumah untuk tempat tinggal. Rencananya apabila pelunasan itu diselesaikan, ia bakal menggunakan uang yang didapat untuk membeli rumah.

"Mudah-mudahan dilunasi ya Mas," ujarnya penuh harap.

Sebelumnya, saat diwawancarai Majalah Forbes, Ical mengaku tidak akan lagi duduk di kabinet mulai tahun 2009, siapapun presidennya. Ical mengaku akan lebih fokus mengurusi yayasan sosial keluarga dan menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya. Tampaknya, keputusan politik Ical itu tidak bermakna apa-apa bagi para korban lumpur Lapindo. Bagi mereka, yang terpenting ganti rugi segera dibayar, apapun status politik Ical.(ape/sho)
Komentar terkini (3 Komentar)

Baca juga :

SMS Iklan

for sale jalan dago bandung luas 3000 m2 harga 45 milyar nego. (+62818430085)

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).