Kamis, 16/10/2008 07:28 WIB
RUU Pilpres
Golkar dan PDIP Jangan Berubah dari 30 Persen
Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta -
Meski Golkar sudah menurunkan syarat suara menjadi 25 persen mengenai pasal tentang syarat pengajuan capres, lobi terakhir RUU Pilres tetap tidak mencapai kesepakatan. Untuk kemajuan sistem politik Indonesia, seharusnya Golkar dan PDIP bertahan pada angka 30 persen.
"PDIP dan Golkar jangan turun jadi 30 persen," kata pengamat politik UI Arbi Sanit saat dihubungi
detikcom, Kamis (16/10/2008).
Dengan mematok angka yang tinggi, dijelaskan Arbi, sistem presidensial yang dianut Indonesia akan menjadi kuat. Pemerintah akan dijalankan oleh partai mayoritas. Partai besar memungkinkan sistem partai yang kuat serta pemerintahan bisa menciptakan kemajuan yang lebih baik.
"Bukan seperti sekarang yang gampang digoyang," papar penulis sejumlah buku politik ini.
Dengan angka 30 persen, memang diakui Arbi akan mematikan partai-partai kecil. Namun hal ini harus dilakukan karena sebenarnya sistem yang dianut Indonesia justru tidak mengenal adanya multipartai.
Apa yang dilakukan PDIP dan Golkar tersebut Arbi untuk menciptakan sistem partai yang lebih sederhana. "Mereka itu futuristik," pujinya.
(mok/nrl)
Baca juga :
SMS Iklan
pasang iklan gratis di www.yorasaki.ne t (+6285658418441)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).