Kamis, 16/10/2008 03:50 WIB
Sutiyoso: Krisis Ekonomi, Bukti Kapitalisme Gagal
M. Rizal Maslan - detikNews
Jakarta -
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menilai krisis ekonomi global yang terjadi di dunia, khususnya di Indonesia akibat kegagalan sistem ekonomi kapitalisme. Hal ini karena rapuhnya fundamental ekonomi di Indonesia yang selalu mengedepankan kelompok pengusaha besar dan asing.
“Seharusnya ekonomi Indonesia berazaskan keadilan yang berbentuk belah ketupat. Di tengah yang besar, yaitu pengusaha menengah yang banyak dan kuat. Sekarang ini, ekonomi kita hanya ditopang oleh sekelompok kecil pengusaha besar, pengusaha asing dan BUMN,” kata Sutiyoso yang mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2009 ini kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/10/2008).
Padahal, lanjut Sutiyoso, pengusaha asing tidak bisa diharapkan untuk menopang ekonomi Indonesia, karena investasi mereka pada umumnya bersifat padat modal, teknologi dan jangka pendek. Dimana investasinya kurang menyerap tenaga kerja dan setiap saat mereka bisa membawa keluar dananya, sebab kita menganut sistem devisa bebas.
Menurut Sutiyoso, bila krisis keuangan global berlanjut, maka pengusaha besar dan BUMN tidak bisa bertahan, apalagi kalau ditinggal pergi para investor asing.
“Mereka pasti kolaps, dan akan menimbulkan efek domino kepada anggaran
pendapatan dan belanja pemerintah, karena mereka menarik modalnya dan tidak bisa membayar pajak. Akibatnya, pemerintah tidak bisa melakukan pembangunan, sebab income negara kecil. Maka akan terjadi penurunan investasi dan kelesuan ekonomi, PHK, kemiskinan dan pengangguran akan bertambah banyak,” jelasnya.
(zal/mok)
Baca juga :
SMS Iklan
pasang iklan gratis di www.yorasaki.ne t (+6285658418441)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).