Selasa, 07/10/2008 00:16 WIB
Malu Lidah Prancis, Telinga Wartawan
Eddi Santosa - detikNews
Menlu Bernard Kouchner (dailymail.co.uk)
Paris-Den Haag -
Salah pengujaran atau salah pengutipan? Salah si narasumber atau wartawan? Sebuah kekeliruan sangat minor membuat malu Menlu Prancis Bernard Kouchner.
Menguasai satu atau lebih bahasa asing adalah syarat dasar yang diperlukan wartawan untuk posting di luarnegeri. Namun listening skills terhadap beragam aksen adalah syarat lain yang tak kalah penting. Miskin dalam arsenal bahasa ini bisa berabe.
Seperti terjadi baru-baru ini. Sebuah koran Israel mengutip Menlu Kouchner bahwa Israel 'akan melahap' Iran jika negeri itu sampai memiliki bom atom. Pernyataan ini jelas dapat menimbulkan konsekuensi serius dalam hubungan diplomatik beserta dampak ikutannya.
Kemlu Prancis buru-buru mengeluarkan klarifikasi bahwa telah terjadi kesalahfahaman. Usut punya usut ternyata bukan seperti itu maksud Menlu Kouchner selaku narasumber.
Dalam wawancara berbahasa Inggris Kouchner maksudnya hendak mengatakan
hit (menyerang). Namun karena Kouchner mengucapkannya dengan lidah Prancis, dengan ujaran 'h' nyaris hilang dan 'i' panjang (
ea), akhirnya bunyi pengucapan yang ditangkap wartawan koran Israel itu menjadi
eat.
Kouchner menyayangkan terjadinya kesalahfahaman tersebut, demikian bunyi klarifikasi seperti dikutip detikcom dari
Algemeen Dagblad dari ANP.
(es/es)
Baca juga :
SMS Iklan
pasang iklan gratis di www.yorasaki.ne t (+6285658418441)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).