Jumat, 26/09/2008 17:10 WIB
Rizal Ramli: Masak Mundur Capres Harus Bayar?
Alfian Banjaransari - detikNews
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta -
Wacana 'denda' Rp 100 miliar bagi capres yang mundur bekembang dalam pembahasan RUU Pilpres. Rizal Ramli sebagai salah satu tokoh yang siap untuk
nyapres menyatakan keheranannya.
"Itu salah kaprah. Mana ada yang ngundurin diri harus bayar?" katanya di sela-sela kunjungan ke Kantor Kontras, Jl Borobudur No. 14, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2008).
"Ini hanya terjadi di Indonesia," herannya.
Rizal mengatakan, wacana ini menunjukkan kekuatan uang di Indonesia sangat besar. Idealisme tidak lagi menjadi landasan bagi seseorang atau institusi untuk memutuskan.
Soal nasibnya saat ini yang disebut-sebut terkait dengan demo kerusuhan BBM tanggal 24 Juni 2008, Rizal mengatakan itu sangat politis. Ia lalu mempertanyakan kenapa orang yang melakukan pembakaran mobil berplat merah tidak diproses hukum.
"Jangan-jangan ini kontra intelijen kayak zaman Orba. Ini kriminalisasi demokrasi langsung," duganya.
Dalam rangkaian 'Safari Ramadan' ke Kontras kali ini, Rizal bertemu dengan sejumlah tokoh. Diantaranya adalah Koordinator Kontras Usman Hamid, pengacara Firman Wijaya, dan pengamat politik Ray Rangkuti.
(gah/iy)
Baca juga :
SMS Iklan
specialist website design & program, discount s/d 70%, gratis flash disk 2 gb & hp cdma. hub: 021-68853833-30 223272, hp: 08561072517 (+622127409413)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).