Jumat, 19/09/2008 15:18 WIB
Curhat di Pom Bensin
Rizal Ramli dan Taufiq Kiemas Merasa Senasib Dizalimi SBY
E Mei Amelia R - detikNews
Foto: E Mei Amelia/detikcom
Jakarta -
Merasa dibungkam pemerintah, Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli terus bergerilya. Setelah mengutus rekan-rekannya di KIB ke Komnas HAM, kini giliran Taufiq Kiemas yang dicurhati di POM bensin.
Namun Rizal membantah pertemuannya hanya sekedar untuk meminta bantuan dari PDIP. Ramli mengaku saling curhat dengan Taufiq soal perkembangan demokrasi di Indonesia.
"Saya rasa tidak, ini justru dalam konteks yang lebih luas, karena dalam PDIP yang merupakan partai besar punya pengaruh di parlemen dan masyarakat," ujar Rizal usai bertemu Taufiq di POM bensin milik suami Megawati itu di JL Jl Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/9/2008).
Rizal menjelaskan pertemuan tersebut memang telah direncanakan. Ia mengaku merasa cocok dengan Taufiq karena sama-sama dizalimi pemerintahan SBY.
"Kami merasa benar-benar telah dizalimi pemerintah, dituduh macam-macam yang tidak terbukti alasannya. Mau ditangkap dengan alasan yang tidak jelas dan ada upaya pembunuhan karakter," katanya.
Taufiq pun yakin Rizal tidak melakukan aksi anarkis dalam menentang kenaikan BBM. Pejabat teras PDIP itu pun yakin Rizal tidak akan melarikan diri.
"Rizal Ramli tidak akan lari tanpa peberitahuan ke polisi," ungkap Taufiq.
(rdf/iy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).