Berita Lain

Indeks Berita




Sabtu, 06/09/2008 03:15 WIB
Dephan Fokus Inventarisasi Bisnis TNI Yang Menggandeng Swasta
Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Alih kepemilikan bisnis TNI terus berlanjut. Departemen Pertahanan (Dephan) kini memfokuskan inventarisasi bisnis TNI yang menggandeng pihak swasta sebagai rekanan.

"Dephan sudah memberikan rekomendasi kepada Mabes TNI supaya mempersiapkan aset-aset yang dikerjasamakan dengan pihak kedua," ujar Sekjen Dephan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin saat di kantor Dephan, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (5/9/2008).

Sjafrie menjelaskan baik TNI AD, TNI AU dan TNI AL seluruhnya memiliki bisnis yang menggandeng pihak kedua atau swasta sebagai rekanan. Contohnya mall dan pom bensin milik TNI yang dikelola bersama dengan pihak swasta.

"Kalau rumah sakit itu tidak karena untuk kemanusian, menolong orang. Jadi sulit jika dikatakan itu bisnis TNI," jelasnya.

Sjafrie juga menjelaskan saat ini Dephan sendiri sedang membuat peraturan menteri pertahanan (Permnenhan) yang mengatur segala hal tentang penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Permenhan PNBP ini diharapkan pada bulan Oktober ini sudah final," ungkapnya.

Dengan pemberian rekomendasi secara parsial diharapkan seluruh verifikasi bisnis TNI bisa lebih cepat. Timnas bisa bekerja tanpa harus saling menunggu.

"Jadi, rekomendasi itu tidak usah ditumpuk. Rekomendasi yang dilakukan itu bisa parsial. Mana yang bisa dilakukan lebih dulu, itu yang dikerjakan lebih dulu," paparnya.(rdf/mok)

Baca juga :

SMS Iklan

paket promo pembuatan website & toko online rp 500 ribu gratis 1 tahun domain & hosting hub: www.suryamalam. com (+6281519544447)

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).