Berita Lain

Indeks Berita




Sabtu, 30/08/2008 02:25 WIB
Dugaan Salah Tangkap
Kalau Keliru Lagi, Polisi Bisa Jadi Bahan Tertawaan
Ken Yunita - detikNews
Jakarta - Polisi diduga melakukan kekeliruan dalam penyidikan pembunuhan Asrori di Jombang, Jawa Timur. Jika dugaan itu benar, Polri diminta mencari solusi untuk meluruskan bukan malah menutupinya dengan 'kekeliruan yang lebih vulgar'.

"Kalau keliru lagi, bukan saja bisa menjadi bahan tertawaan tapi juga menjadi kendala serius bagi Polri dalam menegakkan hukum," kata Juru Bicara Komite Bangkit Indonesia (KBI) Adhir M Massardi dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (30/8/2008).

Adhie menilai, banyak kekeliruan yang dilakukan polisi disebabkan kurang sempurnanya proses reformasi di tubuh Polri. Jadi, kata Adhie, hingga hari ini, Polri belum sanggup meningkatkan profesionalismenya.

"Ini akibat sistem suksesi kepemimpinan di Polri yang masih bersandar pada penguasa (Presiden), dan belum berjalannya sistem suksesi internal, membuat persaingan di pucuk pimpinan Polri berdampak ke bawah. Polri belum punya sistem seperti di TNI dengan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) yang relatif otonom," ujar Adhie.

Adhie yang pernah diperiksa tiga kali di Bareskrim Mabes Polri sebagai saksi dalam kasus Ferry Juliantono ini menilai, adanya 'tangan-tangan kekuasaan' yang menyetir.(ken/ken)

Baca juga :

SMS Iklan

paket promo pembuatan website & toko online rp 500 ribu gratis 1 tahun domain & hosting hub: www.suryamalam. com (+6281519544447)

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).