Jumat, 22/08/2008 06:28 WIB
Petugas Gagal Tangkap Penambang Pasir di Sungai Brantas
Tamam Mubarrok - detikNews
Jakarta -
Puluhan petugas Satpol Pamong Praja (Satpol PP) dibantu anggota Polresta
Mojokerto dan Kodim 0815, merazia para penambang pasir di Sungai Brantas, Kota Kediri, Jawa Timur. Namun, tidak ada satupun penambang yang berhasil ditangkap dalam penggerebekan ini.
Di bagian utara sungai, kedatangan petugas, yang menggunakan perahu karet dan perahu mesin, telah diketahui para penambang. Untuk menghindarinya, mereka pergi ke perbatasan wilayah Kabupaten Mojokerto yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi penambangan.
"Berhenti. Jangan lari," teriak seorang anggota Satpol PP sambil mengacungkan pistolnya, Jumat (22/8/2008). Bukannya takut, para penambang pasir tersebut tetap nekad menceburkan diri ke Sungai Brantas dan kabur.
Meski gagal menangkap, petugas gabungan berhasil mengamankan 5 perahu penambang pasir serta 1 mesin ponton dan konveyor. Peralatan itu biasa digunakan untuk menyedot pasir dari dasar Sungai Brantas.
Menurut Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Happy Dwi, razia ini sengaja dilakukan karena aktivitas penambang pasir sudah sangat membahayakan tanggul Sungai Brantas.
"Mereka itu ada saat malam hari," jelas Happy di pinggir Sungai Brantas.
Beberapa peralatan penambang pasir itu lalu dibawa ke tepi Sungai Brantas, yang terletak tepat di bawah jembatan di Jl Gajah Mada, Kota Mojokerto. Karena minimnya lampu penerangan dan peralatan, petugas menghentikan evakuasi perahu ke bantaran Sungai Brantas.
Sejumlah anggota Satpol PP disiagakan untuk menjaga barang sitaan. Rencananya, evakuasi akan kembali dilakukan saat hari sudah terang dengan mobil derek dan alat berat lainnya.
(mok/irw)
Baca juga :
SMS Iklan
paket promo pembuatan website & toko online rp 500 ribu gratis 1 tahun domain & hosting hub: www.suryamalam. com (+6281519544447)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).