Rabu, 20/08/2008 14:55 WIB
10 Prajurit Prancis Tewas di Afghan, Sarkozy Tak Menyesal
Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Kabul -
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengaku tak menyesali keputusannya mengirimkan pasukan tambahan sebanyak 700 prajurit ke Afghanistan. Pernyataan itu disampaikan Sarkozy menyusul tewasnya 10 tentara Prancis di Afghanistan.
Prajurit-prajurit Prancis itu tewas dalam pertempuran yang meletus ketika gerilyawan Taliban menyerbu patroli Prancis pada Senin, 18 Agustus lalu. Sarkozy pun terbang ke Afghanistan untuk menemui pasukan Prancis.
"Cara terbaik untuk tetap setia pada teman-teman kalian adalah dengan terus bekerja, menegakkan kepala kalian, bersikap profesional," kata Sarkozy kepada pasukan Prancis di pangkalan militer di pinggiran Kabul.
"Saya tak punya keraguan soal itu. Kita memang harus ada di sini," imbuhnya seperti dilansir kantor berita
Reuters, Rabu (20/8/2008).
Sarkozy mengirimkan pasukan ekstra sebanyak 700 personel ke Afghanistan tahun ini. Dengan demikian, jumlah total pasukan Prancis di Afghanistan menjadi 2.600 personel.
Namun Sarkozy mengaku tak punya penyesalan soal pengiriman pasukan tambahan itu. "Saya sampaikan pada kalian dengan penuh kesadaran, kalaupun itu (pengiriman pasukan) harus dilakukan lagi, saya akan melakukannya," tegas Sarkozy.
Kedatangan Sarkozy ke Afghanistan disertai oleh Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner, Menteri Pertahanan Herve Morin dan Panglima Angkatan Bersenjata Prancis Jenderal Jean-Louis Georgelin.
(ita/iy)
Baca juga :
SMS Iklan
paket promo pembuatan website & toko online rp 500 ribu gratis 1 tahun domain & hosting hub: www.suryamalam. com (+6281519544447)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).