Rabu, 20/08/2008 12:08 WIB
Skandal Rp 500 Juta di DPR
Golkar Akan Cek Anggotanya di Komisi IX Periode 1999-2004
Laurencius Simanjuntak - detikNews
Foto: dpr.go.id
Jakarta -
Dugaan suap Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom terhadap anggota Komisi IX periode 1999-2004 kembali membuat parlemen panas. Partai Golkar pun akan memanggil anggotanya di komisi tersebut untuk dimintai penjelasan.
"Saya akan memanggil teman-teman DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang di Komisi IX lalu untuk dimintai penjelasan. Saya akan cek siapa-siapa di Komisi IX yang sekarang masih aktif," ujar Ketua Fraksi Golkar Priyo Budhi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2008).
Priyo berharap, anggotanya tidak ada yang ikut-ikutan menerima suap. Sebab pihaknya telah mewanti-wanti mengingat Komisi Keuangan dan Perbankan DPR sebelumnya dirundung masalah aliran dana BI.
"Sudah terlalu banyak palu godam datang pada kami. Saya akan meminta Komisi XI (dulunya komisi IX yang menangani keuangan dan perbankan) sekarang untuk ekstra hati-hati dan profesional," jelas Priyo.
Saat pemilihan pada 8 Juni 2004 lalu, Miranda mendapat 41 suara yang berasal dari fraksi besar seperti PDIP dan Golkar.
(nik/iy)
Baca juga :
SMS Iklan
ahmad husin aprianto caleg dpr ri partai hanura dapil sumsel 1 no urut : 7 . tokoh muda, cerdas d amanah (+628161440664)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).