Detik.com News
Detik.com
Jumat, 08/08/2008 11:11 WIB

Polda Babel Lepas Pria Mirip Kastari foto

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Polda Bangka Belitung (Babel) akhirnya melepas pria mirip Mas Selamat Kastari. Tidak ditemukan bukti bila pria tersebut adalah buronan teroris asal Singapura.

"Ternyata bukan, jadi kita lepas. Dia orang Belitung, nama dan alamatnya jelas, ini sudah kita cek," kata Kapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Iskandar Hasan saat dihubungi via telepon, Jumat (8/8/2008).

Iskandar menjelaskan pelepasan dilakukan sesuai prosedur 1x24 jam penangkapan. "Sudah kita dalami, dia masyarakat biasa. Hanya ada kemiripan," tambahnya.

Pria mirip Kastari ini diamankan setelah ada informasi dari masyarakat bahwa pria tersebut mencurigakan. Lalu dilakukan penyelidikan dengan rentang waktu cukup lama, selepas penangkapan Palembang 1 bulan lalu.

"Dia pulang dan pergi naik pesawat kita ikuti, ternyata bukan," jelasnya.

Memang, menurut mantan Sekretaris Interpol Indonesia ini, setelah penangkapan kelompok teroris di Palembang, pihaknya melakukan pengawasan ekstra.

"Kita ini dekat dengan Palembang, setelah kasus Palembang saya perintahkan seluruh jajaran untuk mewaspadai, mungkin kelompok itu masuk ke Bangka Belitung," tandasnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%