Wawancara Lain

Indeks Wawancara




Rabu, 23/07/2008 09:39 WIB
Maswadi: Usung Hidayat Tanpa Koalisi, PKS Sulit Menang
Niken Widya Yunita - detikNews

foto: Tokoh Indonesia.com
Jakarta - Presiden PKS Tifatul Sembiring memberi sinyal PKS akan meninggalkan SBY di
Pilpres 2009. Mereka memilih capres yang usianya di bawah lima puluh tahun alias
'balita'. Hidayatkah? Bagaimana peluangnya?

Berikut petikan wawancara detikcom dengan pengamat politik dari UI Maswadi Rauf, Rabu (23/7/2008).

Presiden PKS Tifatul Sembiring menyatakan PKS belum tentu mendukung SBY di Pilpres 2009. Bagaimana penilaian anda?

Iya kan hal biasa itu. Koalisi SBY-PKS ini bukan koalisi yang pasti. Kita sudah
lihat koalisi sudah tidak utuh lagi dengan banyak suara-suara yang berbeda di
DPR.

Keputusan meninggalkan SBY itu peluangnya akan positif atau negatif?

Koalisi 2004 sudah tidak dapat bertahan lagi, bagaimana nasibnya pemerintahan?
Ini akan mengganggu jalannya pemerintahan sampai 2009. Pemerintah menjadi
terkotak-kotak, pengalaman Megawati berselisih paham dengan menterinya akan
terjadi lagi pada tahun mendatang. Kita tidak pernah belajar dari pengalaman!

Tapi dari sisi PKS, ini positif karena dia bisa mencalonkan orang lain.

Soal capres yang sebaiknya berusia di bawah lima puluh tahun (balita), apakah
akan menjadi pilihan terbaik?

Tidak. Jangan terlalu banyak pembatasan, apakah itu usia, pendidikan, laki-laki,
perempuan, yang penting pengalaman. Kalau tua tidak mampu, jangan dipilih. Saya prediksi akan ada paksaan untuk mencari calon di bawah 50 tahun. Tapi umur itu sebenarnya tidak penting. Kalau muda tidak berpengalaman, emosional dan tidak mengerti persoalan, itu masalah. Jadi kinerjanya jangan dilihat dari usia.

Peluang kader PKS misalnya Hidayat Nur Wahid maju?

Bagi PKS besar kemungkinan, bisa bersaing dengan yang lain. Di PKS tidak berarti
tidak ada calon yang lain, akan ada banyak nama yang muncul.

Kalkulasi Hidayat jika bersaing dengan capres lain bagaimana?

Ya memang harus ada koalisi. Tidak mungkin PKS sendiri. PKS kan partai kecil.
Tapi siapapun yang akan menjadi presiden memerlukan koalisi dan memperoleh
dukungan dari partai lain. Itu tergantung lobi-lobi menjelang pilpres nanti.

Ada persyaratan perolehan suara dalam Pemilu legislatif untuk bisa mendapat
dukungan yang kuat, semua partai harus menjalin koalisi. Kalau pun bisa, sulit
menang. Golkar saja tidak berani mengajukan orang.

Apakah Hidayat punya kans cukup kuat?

Ya memang orang PKS mendukung dia. Dalam Pemilu, pengalaman bisa saja, dia sudah
menjadi Ketua MPR, cukuplah untuk menjadi presiden. Itu kan nanti koalisi yang
akan memperkuat. Nggak mungkin sendirian. Bahkan PDIP merencanakan mencari
wapres dari kubu lain.

Pasangan terbaik untuk Hidayat kira-kira siapa?

Terbuka peluang macam-macam. Kalau dia dari Jawa, sebaiknya cari yang dari luar
Jawa. Jadi ini lobi yang akan sangat berperan.

Kalau peluang Tifatul maju jadi Capres 2009 bagaimana?

Di partainya sendiri belum tahu, kan nanti banyak saingan. Semua masih serba
cair. Dua-duanya baik Hidayat dan Tifatul punya peluang, tapi kita belum tahu.(nik/iy)
Komentar terkini (40 Komentar)

Baca juga :

SMS Iklan

http://mybizniz .info --> info properti2 dijual di jogja : rumah kos 18kmr, rumah lokasi strategis dkt kampus2+mall2, bbrp lokasi tanah, dll (+6285920662525)

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).